Thursday, 22 November 2018

Ini Keterangan Prabowo Usai Bertemu Jokowi

Kamis, 17 November 2016 — 16:02 WIB
Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi.

Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi.

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (17/11/2016). Keduanya melakukan pembicaraan tertutup.

Usai pertemuan itu, Jokowi dan Prabowo duduk bersama di beranda menggelar jumpa pers. Prabowo mengatakan telah berkomitmen sejak 2014 saat ia mengucapkan selamat pada pesaingnya yang memenangkan pemilihan presiden. “Saya tidak akan menjegal bapak. Saya pegang komitmen saya,” ujarnya.

Dalam pertemuan tertutup itu, keduanya membahas situasi dan kondisi politik akhir-akhir ini. Keduanya mengakui kerap berbeda namun memiliki nilai yang sama.

Prabowo mengatakan akan terus mengurangi ketegangan politik. Ia mengaku hal itu bukan hanya dilakukan soal demo yang disebut-sebut bakal digelar pada 25 November 2016. “Tapi setiap saat saya anjurkan kita tidak usah gaduh, tak usah tegang,” ujarnya.

Sebagai pimpinan partai, ia mengatakan punya kewajiban mengurangi ketegangan, termasuk isu demo pada 25 November. “Saya akan selalu menganjurkan kesejukan,” katanya.

Ia juga mengatakan perbedaaan pendapat sebagai hak wajar dalam berdemokrasi. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tetap diperkukan.
“Pak Jokowi tidak takut kritik, demokrasi modern bukan bebek, itu salah,” ujarnya. “Tapi yang harus diperhatikan nilai-nilai kita sama. Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika.”

Prabowo memastikan akan tetap memberi kritik konstruktif pada pemerintah. Ia juga menegaskan dalam berdemokrasi hal biasa bila ada perbedaan.

“Pak Jokowi tak pernah minta Gerindra tak mengkritik dan menurut saya nggak bisa,” tambahnya. “Dari dulu. Beliau di eksekutif saya di legislatif, kalau ada kebijakan yang kami tak berkenan, akan kami kritisi. Jadi, demokrasi tak boleh takut dengan perbedaan.”

Ia kemudian mengingatkan budaya bangsa yang mengedepankan penyelesaian masalah dengan kekeluargaan. “Kita tau mau perpecahan, hindari. Kalau perbedaan, boleh,” ucapnya. (*/yp)