Friday, 20 September 2019

TNI-Polri Gelar Istighosah dan Doa Bersama di Monas

Jumat, 18 November 2016 — 10:28 WIB
Anggota TNI-Polri beserta masyarakat menggelar doa bersama di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2016). (toga)

Anggota TNI-Polri beserta masyarakat menggelar doa bersama di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2016). (toga)

JAKARTA (Pos Kota) – Ribuan orang mengiukuti an itighosah bersama bagi keselamatan bangsa yang digelar di kawasan Monas, Jumat (18/11/2016).

Acara dilakukan sejak pukul 07:00. Dalam kegiatan itu, hadir Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Doa juga diikuti 28 ribu peserta, termasuk 5.000 anak yatim. Acara dipimpin ustad Arifin Ilham dengan tausziah dari Habib Al-Musyafah

Kapolri mengajak semua elemen bangsa bersama mengawal dan mensukseskan pilkada serentak pada 15 Februari 2017. Selain menjadi ajang demokrasi, ia minta masyarakat tak terpecah hanya karena beda pilihan. “Dari sudut pandang keamanan, pesta demokrasi ini legitimasi juga polarisasi masyarakat kita, karena masyarakat bisa jadi terpisah karena pilihan-pilihan,” katanya.

Menurutnya, dalam penyelenggaraan pilkada serentak bisa saja akan ada pelanggaran. Hal ini bisa memicu konflik antarkontestan dan tim suksesnya.
“Polarisasi meumbulkan kerawanan karena ada kompetisi, termasuk di Jakarta. Kita melihat bagaimana perjalanan ini terjadi dinamika eskalasi yang berdampak pada stabilitas keamanan sekaligus kehidupan masyarakat,” sambungnya.

Ia juga mengatakan kasus penistaan agama yang membuat calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, hendaknya tak dicampuradukkan dengan politik.

“Dikembalikan ke proses hukum. Jadi tidak dicampurbaurkan dengan masalah politik, kultur, suku dan ras,” katanya. “Kita berharap dari kejaksaan bisa memprosesnya ke tingkat pengadilan. Ini yang harus diyakinkan, bahwa hukum berjalan dan mengenal prinsip persamaan di muka hukum.”

Sementara itu, Panglima TNI Gatot mengajak masyarakat bersama berdoa untuk pahlawan dan bangsa ini. “Kita berdoa agar pahlawan revolusi yang sudah mendahukui kita, mereka menjadi syuhada,” katanya. “Kita semua berdoa beserta ulama dan habib, berdoa memohon ridlo hidayah dari Allah untuk keselamatan bangsa Indonesia dan pahlawan bangsa.”

Ahok ditetapkan sebagai tersangka setelah Bareskrim Polri melakukan gelar perkara terbuka terbatas. Kasus bermula saat ia menyebut surat Al Maidah 51 saat bertemu dengan warga Kepulauan Seribu. (*/yp)