Wednesday, 13 December 2017

Wilayah Jakarta Selatan Rawan Longsor

Sabtu, 19 November 2016 — 8:10 WIB
Petugas Sudin Tata Air Jaksel memperbaiki turap ambrol di penghubung (PHB) Pinang Kali Jati di Gang Melati RW 02, Kelurahan Pondok Labu, Cilandak. (Rachmi)

Petugas Sudin Tata Air Jaksel memperbaiki turap ambrol di penghubung (PHB) Pinang Kali Jati di Gang Melati RW 02, Kelurahan Pondok Labu, Cilandak. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Wilayah Jakarta Selatan menjadi wilayah rawan longsor. Ini menyusul banyaknya lahan resapan yang diubah fungsi menjadi area parkir.

Akibatnya menurut Kepala Dinas Tata Air DKI, Teguh Hendrawan, kontur tanah yang semula merupakan daerah resapan menurun. Sehingga rawan terhadap longsor. Seperti kasus longsor yang terjadi pada September lalu, dimana seorang warga meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

Kondisi ini dikatakan Teguh kian parah dengan banyaknya warga yang membangun rumah di bantaran kali. “Percepatan penertiban bangunan menjadi prioritas kami untuk mengembalikan fungsi lahan resapan tersebut,” ujar Teguh, Jumat (18/11).

Meski hal itu diakui Teguh tidaklah mudah lantaran masih banyak warga yang menolak untuk dibebaskan lahannya maupun di relokasi ke rumah susun (rusun).

Adapun dalam proses pengembalian fungsi lahan tersebut, Teguh mengaku telah menyiagakan 2.100 pasukan biru di seluruh wilayah ibukota. Dengan rincian setiap kecamatan ditempatkan sebanyak 10 petugas. Jumlah tersebut belum ditambah sebanyak petugas di 138 rumah pompa. “Mereka siaga 24 jam untuk meminimalisir dampak banjir di wilayah,” tukasnya.

Sebelumnya, Teguh mengatakan anggaran sebesar Rp193 miliar telah disiapkan pihaknya untuk pembebasan lahan di bantaran Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan.

Salah satu bidang tanah yang dibebaskan untuk Sungai Ciliwung ada di wilayah Jakarta Timur. Kepala Sub-Seksi Pengaturan Tanah Pemerintah Badan Pertanahan Nasional Jakarta Timur Bambang Pamungkas mengatakan, pembebasan lahan dilakukan untuk lahan di Gang Arus, Cawang.

Total ada 110 bidang yang dihuni 240 keluarga di area Gang Arus yang terkena proyek normalisasi Kali Ciliwung. Sejumlah 77 bidang yang dihuni 191 keluarga dilengkapi dokumen tanah yang sah, baik berupa dokumen tanah adat atau girik maupun sertifikat tanah. Pembebasan tanah dilakukan untuk bidang ini.

Adapun 33 bidang yang dihuni 49 keluarga tak dilengkapi surat tanah sehingga penghuninya direlokasi ke Rumah Susun Sederhana Sewa Rawa Bebek.(guruh)