Monday, 24 September 2018

Dicari Pejabat yang Jujur

Senin, 21 November 2016 — 6:05 WIB
jujur

DICARI petugas adil, jujur, amanah dan baik hati. Dimana saja, wahai engkau petugas negara. Apakah dia anggota TNI, Kepolisian, Kejaksaan, PNS dan petugas lainnya yang melayani masyarakat.

Apa artinya? Ya, kayaknya nggak usah diterjemahkan, semua sudah paham. Eh, ngomong-ngomong masih ada yang begitu? Jawabannya harus positif, masih banyak yang jujur dan amanah.

“Tapi saya pesimistis. Kalau pun ada, itu hanya sekadar janji belaka. Nih, kalau nggak percaya sekarang ini kan lagi musim berebut kursi di pilkada. Pasti kalau mau denger yang janji-janji banyak tuh. Ada yang bilang mau begini begitu. Nggak ada gusuran, ya gusur juga. Nggak ada banjir, ya ada genangan air di rumah warga sampai ke plafon, . Nggak ada mecet? Ini yang nggak masuk akal tuh! Nah, ada nih yang paling gila, sudah disumpah pakai kitab suci, tapi ya masih menyeleweng, terima suap! “ ujar seseorang pada Bang Jalil melalui HP.

“ Halo, siapa ini?” tanya Bang Jalil.

“ Tenang, Pak. Bapak nggak bakalan kami tangkap. Bapak orang baik, jujur dan adil. Bapak nggak pernah terima suap!” kata suara itu lagi.

Ya, Bang Jalil hanya iya, iya saja. Apa yang mau dikorup, apa yang mau diperas? Bang Jalil kan bukan penyidik dari kepolisian atau kejaksaan? Nggak pernah urusan sama tersangka yang bisa diperas?

“ Bersyukur lah Bapak nggak jadi Kanit Bareskrim,” kata sang istri tiba-tiba.

“ Ibu ngomong apa sih?” kata Bang Jalil sebelum istrinya ngelantur.

Sang istri tersenyum, tapi dia toh bicara lagi:” Tapi terima aja Pak kalau ada yang nawari jadi pejabat. Ibu bosen jadi istri satpam!”

Bang Jalil, hanya nyengir. Nyengir kuda. Karena apa yang diharapkan istrinya adalah suatu ‘ hil yang mustahal!’ –massoes