Wednesday, 13 December 2017

Menag Serukan Baca Doa Qunut Nazilah & Salat Ghaib Korban Umat Islam Rohingya

Senin, 21 November 2016 — 10:17 WIB
Muslim Rohingya. (reuters)

Muslim Rohingya. (reuters)

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyerukan kepada umat Islam Indonesia untuk melakukan doa qunut nazilah demi keselamatan umat Islam yang jadi korban konflik di Rakhine State, Myanmar.

Selain itu, Lukman meminta Juga melaksanakan Shalat Ghaib untuk korban yang telah meninggal.

Qunut nazilah adalah doa yang dibaca setelah i’tidal rakaat terakhir salat. Amalan ini disunnahkan ketika umat Islam mengalami ancaman. Sedangkan shalat ghaib adalah shalat mendoakan jenazah sesama muslim sebagai bentuk solidaritas.

“Kita semua sangat prihatin dengan konflik tersebut. Semoga jumlah korban tidak terus bertambah. Kedua amalan tersebut merupakan ajaran para ulama sebagai tindakan spiritual yang mendahulukan kedamaian,” kata Lukman di Jakarta, Senin (21/11/2016).

Ia juga menyatakan siap memfasilitasi tokoh agama Islam maupun Buddha serta akademi sosial dari perguruan tinggi keagamaan negeri untuk membantu penyelesaian masalah. Ada sejumlah tokoh dan akademisi yang berpengalaman dalam resolusi konflik.

“Kami masih terus memantau perkembangan situasi Rakhine dari dekat. Jika diperlukan, kita harus siap membantu. Saya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri yang jadi garda terdepan dalam penyelesaian masalah ini,” ujarnya.

Menurut Lukman, Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam terhadap nasib umat Islam di Myanmar. Selama ini pemerintah telah melakukan serangkaian upaya untuk membantu kelompok minoritas Muslim di Myanmar sebagai wujud menegakkan kemanusiaan dan mewujudkan perdamaian. Upaya itu dilakukan di dalam negeri, di Myanmar, bahkan di forum-forum internasional. Upaya itu juga meliputi berbagai aspek seperti membantu fasilitas pendidikan dan kesehatan.

“Banyak program yang telah dan terus dilaksanakan Pemerintah Indonesia terkait nasib minoritas Muslim di Myanmar. Mari bantu kerja konkret tersebut dengan sikap spiritual yang tepat. Kita semua saling dukung untuk bertindak secara strategis,” kata Lukman.

Diberitakan sejumlah laman, para aktivis pendukung Rohingya di Myanmar mengatakan, Rabu (16/11), lebih dari 100 anggota komunitas etnis Muslim itu tewas dalam aksi kontra pemberontakan yang digelar pemerintah baru-baru ini di negara bagian Rakhine.

Ko Ko Linn dari Organisasi Nasional Arakan Rohingya mengatakan, menurut sejumlah penduduk desa, sedikitnya 150 orang dibunuh pasukan keamanan sejak Sabtu. Verifikasi independen atas klaim yang dikeluarkan pemerintah atau aktivis sulit dilakukan karena pemerintah membatasi akses masuk ke kawasan tersebut.

(johara/sir)