Monday, 24 September 2018

Pernah Stok Obat Kosong, Pejabat di RSUD Bekasi Diganti

Selasa, 22 November 2016 — 8:04 WIB
RSUD Kota Bekasi

RSUD Kota Bekasi

BEKASI (Pos Kota) – Pihak RSUD Kota Bekasi membenahi pelayanan, khususnya terkait ketersediaan obat. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi kekosongan obat yang pernah terjadi.

“Perbaikan sistem pengadaan obat dengan penggantian sejumlah pejabat struktural farmasi,” kata Pusporini, Direktur Utama RSUD Kota Bekasi Pusporini di Bekasi, Senin (21/11).

Pihak RSUD juga mengatur perencanaan pembelian obat untuk menghindari stok kosong. Pengaturan dilakukan dengan mengantisipasi belanja obat saat vendor kosong.

RSUD Kota Bekasi memperbaiki sistem pengadaan obat ini guna mengantisipasi terulangnya keterlambatan distribusi obat dari sejumlah vendor. Pergantian jabatan seperti Kepala struktural Instalasi Farmasi beserta struktur organisasi farmasi.
Menurut Puspo, struktur organisasi farmasi terdiri dari instalasi, kepala gudang, bagian pelayanan dan bagian mutu. Semua posisi ini sudah diisi oleh pegawai baru.

“Sudah saya ganti untuk penyegaran pola kerja,” katanya.

Puspo menyebutkan alokasi anggaran pembelian obat mencapai Rp5 miliar/bulan.
“Kebutuhan obat diprioritaskan obat-obatan kronis, bius dan lainnya.

Puspo mengatakan kebutuhan obat-obatan merupakan hal penting. Jumlah pasien yang ditangani RSUD pun terus meningkat.”Saat ini 90 persen pasien berasal dari Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebagian lain pengguna Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM),” katanya.

Informasi yang dikumpulkan, RSUD Kota Bekasi pernah mengalami kekosongan stok obat pada bulan lalu. Konon, kekosongan dipicu keterlambatan pembayaran obat keada vendor. (chotim)