Monday, 23 October 2017

Ternyata, Rp1,9 Miliar ke Oknum Pejabat Pajak Baru Uang Muka Suap

Selasa, 22 November 2016 — 19:54 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua KPK, Agus Rahardjo, dalam Keterangan pers di KPK. (yendhi)

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua KPK, Agus Rahardjo, dalam Keterangan pers di KPK. (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap oknum pejabat pajak dan pengusaha dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Uang Rp1,9 juta yang disita ternyata baru uang muka penyuapan.

Hal itu disampaikan Ketua KPK Agus Rahadjo dalam keterangan pers di gedung KPK Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2016). Hadir pula Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dan Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif.

Dalam OTT pada Senin (21/11/2016) itu ditangkap Handang Sukarno (HS), Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Dirjen Pajak, dan Ras Rajamohanan (RRN), Direktur PT E K Prima Ekspor Indonesia dan tiga staf RRN. Setelah diperiksa 1×24 jam, keduanya kemudian berstatus sebagai tersangka.

Dalam penangkapan, petugas mendapatkan uang Rp1,9 miliar dari rumah pengusaha RNN. Agus menyebutkan uang Rp1,9 miliar itu adalah uang muka dari kesepakatan antara RRN dan HS sebesar Rp6 miliar.

(Baca: KPK: Rp1,9 Miliar Diterima Oknum Pejabat Pajak di Rumah Pengusaha)

Belakangan diketahui, PT E K Prima Ekspor Indonesia mempunyai tunggakan pajak Rp78 miliar. Setelah dilakukan dialog antara RRN dan HS diperoleh kesepakatan bahwa PT EK Prima Ekspor Indonesia cukup membayar Rp6 miliar kepada HS dan tunggakan Rp78 milyar dihilangkan.

“Kewajiban pajak yang besarnya Rp78 miliar dengan negosiasi kemudian kewajiban itu hilang. Jadi hasil negosiasi itu kita bisa memonitor akan dibayarkan sejumlah Rp6 miliar kepada yang bersangkutan. Dan Rp1,9 miliar itu adalah tahap pertama dari penyerahan,” tutup Agus dengan menyatakan prihatin karena uang yang seharusnya masuk ke Negara namun diterima oleh oknum. (yendhi/yp)