Tuesday, 20 November 2018

Duh…Selama Tahun 2016 ada 212.000 Pasangan Pilih Bercerai

Rabu, 23 November 2016 — 6:40 WIB
janda

DALAM Islam, perceraian perbuatan halal yang sangat dibenci Allah. Itu bisa dimaknai bahwa perceraian itu bisa terjadi karena sudah amat sangat terpaksa. Tapi ironisnya, meski terpaksa data dari Badilag (Badan Peradilan Agama) MA menyebutkan, selama tahun 2016 ini telah terjadi perceraian untuk 212.000 pasangan seluruh Indonesia. Artinya, kini ada 212.000 janda dan 212.000 duda (bila mereka bukan pelaku poligami).

Bila ditanyakan satu persatu, pasti tak adalah perempuan yang mau jadi janda. Jika kepepet jadi janda, bukanlah karena perceraian, tapi karena cerai mati. Itupun kalau bisa masih ditawar lagi. Menyandang status itu ketika sudah berumur 70 tahun ke atas. Maklum, di usia itu orang hanya fokus mencari pahala, tak lagi mencari paha bagi kaum lelakinya.

Tapi kan tak semua keinginan manusia dikabulkan Sang Pencipta. Banyak yang menyandang status janda justru di usia di bawah 40 tahun, ketika masih membutuhkan kehangatan malam. Janda dalam usia seperti itu pula sering menjadi korban kecurigaan para ibu-ibu di lingkungannya. Apa lagi bila berwajah cantik. Mereka sangat khawatir bila suami-suami mereka tertarik pada janda baru yang masih buntelan plastik itu.

Banyak janda uikkk-uikkk kata penyanyi Muchsin Alatas tahun 1968-an. Banyak janda yang perlu disantuni, kata almarhum ustadz KH Zainuddin MZ. Tapi apakah juga banyak lelaki yang menyantuni atau peduli janda karena murni pertimbangan sosial? Kalaupun ada, prosentasenya pasti lebih kecil. Kebanyakan lelaki “peduli” janda pastilah mencari yang muda-muda. Sebab tujuannya bukan sekedar mengentaskan si miskin, tapi untuk cari obat dingin. Berlagak sosial, sekaligus cari yang kenyal dan sintal.

Memang tak selamanya status janda menjadikan wanita hidup miskin. Banyak juga wanita yang memilih hidup menyendiri karena memang sudah mandiri. Lelaki itu baginya hanya untuk menyelamatkan status bahwa dia bukan perempuan tidak laku kawin. Tapi si lelaki kadang tidak tahu diri. Meski hanya sebagai pelengkap penderita, tapi banyak lagu. Akhirnya dicampakkan saja sekalian dari status kepala rumahtangga.

Tapi ingat, orang Jawa Timur mengatakan: dadi randa ngentekna klasa. Memangnya menjanda menjadikan perempuan doyan makan tikar? Itu sekedar kata kiasan bahwa menjadi janda sering membuat perempuan dipagut sepi. – gunarso ts