Friday, 20 October 2017

KPK Mungkin akan Periksa Dirjen Pajak

Rabu, 23 November 2016 — 18:59 WIB
Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi

Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi

BOGOR (Pos Kota) – ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memeriksa Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi terkait kasus dugaan suap Kepala Subdit Buti Permulaan Ditjen Pajak, Handang Soekarno senilai Rp 1,9 miliar.

“Ya mungkin aja, kemungkinan selalu ada,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat ditemui usai memberi pembekalan, di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan, di Hotel Novotel, Bogor, Rabu (23/11).

Hadang tertangkap tangan oleh KPK bersama Direktur PT EK Prima, Rajesh Rajamohanan Nair bersama uang Rp1,9 miliar. Suap ini sebagai usaha PT EK Prima agar tidak membayar kewajiban pajak sebesar Rp 78 miliar.

Menurut Agus, KPK tidak berhenti kepada dua tersangka, namun juga akan menelusuri pihak-pihak lain, yang diduga ikut terlibat dalam kasus dugaan penghilangan tunggakan pajak PT EK Prima.

“Kemungkinan kita bergerak ke arah, data itu ke mana. Kan selalu kalau penindakan follow the suspect (mengikuti tersangka). Suspectnya itu berhubungan dengan siapa,” jelasnya.

Disamping itu, tambah Agus, tim penyidik akan menelsuri aliran uang suap ini mengalir kemana saja. “‎Kalau kemudian kita penindakan juga yang tidak kalah penting follow the money (aliran uang suap). Uangnya mengalir ke mana saja kemungkinanannya. Dari keterangan sementara, uang suap yang akan diberikan sebesar Rp6 miliar, tahap pertama Rp1,9 miliar. Suap ini agar kewajiban pajak PT EK Prima sebesa Rp78 miliar dihapus,”kata Agus. (ahi)