Friday, 24 February 2017

Ketika Tampak Makan Sesendok

Sabtu, 26 November 2016 — 6:01 WIB

Oleh S Saiful Rahim

WALAUPUN ucapan assalamu alaykum-nya masih fasih dan lantang sebagaimana biasa, tapi langkah Dul Karung ketika masuk ke warung kopi Mas Wargo tampak agak lunglai.

“Ada apa lagi, Dul? Minggu lalu kau tampil loyo dengan alasan capek habis menghitung kursi kosong di DPR. Sekarang kau tampak runyam seperti perjaka yang lamarannya ditolak calon mertua,” kata orang yang duduk di ujung kiri bangku panjang. Satu-satunya tempat duduk yang ada di warung kopi Mas Wargo.

“Aku agak ngeri melihat Pak Presiden berkeliling kayak “Komedi Putar,” mengunjungi satu demi markas besar tentara, polisi, kantor-kantor ormas Islam, tokoh-tokoh politik, kemudian beliau juga mengundang tokoh-tokoh tersebut makan bersama di istana,” kata Dul Karung dengan suara yang galau.

“Ah, lebay kau Dul,” tanggap orang yang duduk tepat di kiri Dul Karung, yang sebelumnya sudah menggeser duduknya memberi tempat untuk si Dul duduk.

“Itu namanya bersilaturrahim. Salah satu hadis Nabi Saw menyatakan orang banyak bersilaturrahim akan murah rezeki dan panjang umurnya,” sambung orang yang entah siapa dan duduk di sebelah mana.

“Aku tahu itu. Jelek-jelek begini aku pernah mengaji kepada ustadz H Marzuki waktu kecil dulu. Terus terang, ketika menanggapi demo 411 Presiden Jokowi menyebut-nyebut ada aktor politik yang menunggangi, yang kemudian disusul oleh pernyataan
Kapolri yang menyebutkan ada upaya makar, aku jadi ingat rumor yang beredar sesaat setelah pasangan Jokowi-Jusuf Kalla menang dalam pilihan presiden. Katanya setelah dua tahun berkuasa Pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla akan ditumbangkan. Nah, kemenangan Jokowi-Jusuf Kalla itu kan tahun 2014. Tepat 2 tahun yang lalu.”

“Ah! Rumor kok Bung percaya!” potong orang duduk di ujung kanan bangku panjang sebelum Dul Karung menyelesaikan omongannya.

“Buktinya kemudian para tokoh nasional itu, entah yang dari partai politik atau yang lainnya, bergantian makan bersama di istana,” sambung orang itu.

“Tetapi beliau-beliau itu makannya hanya sedikit. Makan sedikit kan tanda gak enak makan, padahal mustahil hidangan istana tidak enak. Apalagi hidangan untuk Mbak Mega, kan beliau bawa sendiri dari rumah. Dan untuk Surya Paloh, sengaja ada mi Acehnya. Tapi kok, seperti terlihat di televisi, beliau-beliau itu makan hanya sesendok. Pasti beliau-beliau itu tak enak makan bukan karena tidak sedap hidangannya, tetapi pikiran beliau-beliau itu sedang galau,” bantah Dul Karung dengan yakin dan mencoba meyakinkan.

“Ah, pikiranmu kacau dan bisa mengacaukan Dul. Untung aku tahu kau cuma tamatan Sekolah Dasar. Kalau tidak, mungkin saja aku menduga kau pernah mendapat kuliah dari dosen yang asam,” kata orang yang duduk selang lima di kiri Dul Karung.

“Ingat! Negeri ini memang negara yang demokratis. Orang bebas bicara apa saja, tapi jangan menyinggung perasaan orang lain,” kata Dul Karung sambil menyeruput tehnya yang sejak tadi dibiarkan saja karena keasyikan ngobrol. Debat politik kelas warung kopi.

“Kalau berutang tak pernah bayar boleh nggak?” tanya orang yang entah siapa dan duduk sebelah mana.

“Hei, Bung! Yang namanya utang itu ya tidak atau belum dibayar. Kalau sudah dibayar namanya bukan utang lagi,” kata Dul Karung seraya meninggakan warung. Kali ini dia tidak sempat makan singkong goreng. Bahkan minum pun hanya seteguk. Dia sibuk sekali berdebat. (syahsr@mail.com)

Terbaru

Justin Bieber. (reuters)
Jumat, 24/02/2017 — 10:14 WIB
Muncul dengan Celana Basah, Justin Bieber Ngompol?
Kabaghukum Setda Depok Lienda memberikan komentar terkait tertangkap OTT pegawainya saat mengunjungi  Polresta Depok. (angga)
Jumat, 24/02/2017 — 9:37 WIB
Pemkot Depok Akan Dampingi PNS Terkena OTT Pungli
SNSD. (ist)
Jumat, 24/02/2017 — 9:17 WIB
Peringati 10 Tahun Debut, SNSD Akan comeback?