Monday, 24 April 2017

Ketua Umum PBNU Larang Kaum Nahdliyyin Ikut Demo 212

Sabtu, 26 November 2016 — 11:40 WIB
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (ist)

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (ist)

SERANG (Pos Kota) – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyarankan agar umat Islam tidak melakukan aksi demonstrasi pada tanggal 2 Desember 2016 mendatang.

Said menyarankan masyarakat agar menghormati proses hukum Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang yang sudah dilakukan kepolisian.

“Demo itu energi, tenaga, waktu, uang habis. Toh proses (hukum) sudah berjalan. Kalau enggak percaya sama hukum (negara) kita, masa percaya sama hukum negara lain,” kata Said, usai menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, kemarin, (Jumat, 25/11). Acara ini juga dihadiri Kapolri Jendral Tito Karnavian.

Jika masyarakat tetap memaksa demo, lanjut dia, harus dilakukan dengan damai, tidak anarkis. “Barang siapa mengajak kebaikan harus dengan cara baik, tidak bisa dengan cara yang buruk,” kata Said.

Dalam kesempatan yang sama, Said Aqil juga menghimbau kepada seluruh kaum Nahdliyyin untuk tidak mengikuti demonstrasi yang rencananya akan digelar pada 02 Desember 2016 mendatang dengan melakukan Shalat Jumat di jalanan sekitar Bundaran Hotel Indonesia.

Karena itulah kepengurusan PBNU telah mengeluarkan fatwa larangan berdemonstrasi dengan cara Shalat Jumat ditengah jalan karena mengganggu aktifitas masyarakat luas. Dimana hal tersebut tak di anjurkan dalam agama Islam.

“Kita sudah keluarkan fatwa, mau ada Pilkada atau enggak ada Pilkada, shalat di jalan tidak diperbolehkan. Kecuali shalat di masjid sampai tumpah ruah (ke jalan) itu beda hal. Ada dalilnya, sudah diserahkan ke Kapolri,” tegasnya. (haryono/win)