Tuesday, 12 December 2017

10 Orang Tewas, Suami Istri Peracik Miras Oplosan Kabur

Senin, 28 November 2016 — 16:14 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah menetapkan NN (40), peracik dan penjual minuman keras oplosan, sebagai tersangka. Kini polisi memburu pasangan suami istri yang diduga ikut mengoplos dan menjual miras yang mengakibatkan 10 orang kehilangan nyawa.

Pasangan itu adalah UDN (40) dan CM (38). Identitas keduanya muncul setelah polisi memeriksa NN.

“Pasangan ini yang menjual dan meracik miras. Mereka buron dan dalam pengejaran kami,” ujar Kapolsek Cakung, Kompol Sukatma, Senin, (28//11/2016).

Diketahui, saat melakukan pengoplosan tersangka menggunakan berbagai macam bahan yang dicampur menjadi satu tanpa ada takaran tepat. Bahan-bahan yang digunakan antara lain air galon, minuman berenergi, pewarna pakaian, madu dan alkohol berkadar tinggi.

“Jadi begini, NN kehabisan barang baku untuk meracik miras. Namun, UDN memaksa NN untuk membeli bahan yang tidak sesuai racikan yang seharusnya. Tadinya alkohol yang biasa dipakai hanya 10 persen tapi yang dibeli tersangka itu 70 persen,” bebernya.

Menurutnya, pada Jumat (25/11/2016) malam, miras oplosan yang diracik tersangka laku keras. Bahkan dari 122 bungkus yang dijual hanya tersisa 60 bungkus. Barang tersisa ini yang disita polisi untuk dijadikan barang bukti.

“Saat mendapatkan laporan ada orang tewas akibat miras, kita langsung melakukan operasi ke kawasan industri Cakung dan mengamankan barang bukti minuman keras beserta bahan racikan dan satu tersangka NN,” katanya. “UDN dan CM yang mengetahui ada yang meninggal langsung kabur.”

Polisi menjerat peracik dan penjual miras oplosan ini di jerat dengan pasal 204 dan 300 KUHP. Ancamannya hukuman 15 tahun hingga 20 tahun penjara. (yendhi/yp)