Saturday, 21 September 2019

Cinta Indonesia, Juara Dunia Jetski Tolak Tawaran Menggiurkan

Senin, 28 November 2016 — 11:42 WIB
Kedatangan juara dunia jetski 2016, Aero Aswar, minim penjemputan  hanya perwakilan KOI yang hadir menjemput Duta Bangsa tersebut. (prihandoko)

Kedatangan juara dunia jetski 2016, Aero Aswar, minim penjemputan hanya perwakilan KOI yang hadir menjemput Duta Bangsa tersebut. (prihandoko)

JAKARTA (Pos Kota) – Juara dunia jetski 2016 asal Indonesia, Aero Aswar, menegaskan kecintaan mendalam terhadap Ibu Pertiwi jadi alasan dirinya menampik sejumlah tawaran dari negara Eropa dan Amerika.

“Banyak tawaran yang meminta Aero pindah ke Eropa dan Amerika. Tawaran menjanjikan fasilitas board and lodging menggiurkan. Namun Aero tetap akan berkompetisi di Amerika Serikat dengan membawa nama Indonesia,” kata Fully Sutan Aswar, ayah Aero Aswar, kepada wartawan.

Menurut Fuly, kompetisi di Eropa dan Amerika sangat berbeda. Jika di Eropa kelas yang diperlombakan rata –rata jauh di bawah kelas di Amerika Serikat. ”Kalau Aero ikut di Eropa statusnya bisa turun karena kategori kelasnya beda dengan yang di Amerika. Pamor juga kamapuan Aero bisa jatuh,” jelas Fuly.

Untuk musim 2017 nanti, Aero Aswar sudah diminta kembali beraksi di event yang sama P1 AquaX Jetski World Championship. Ada 7 seri yang akan diperlombakan. Aero berdasarkan hasil terkini yang dirilis Federasi Jet Ski Dunia juga menjadi juara di kategori Overall dari keseluruhan seri P1 AquaX World Championship 2016.

“Sebelumnya Aero untuk overall berada di peringkat kedua. Tapi sekarang menjadi peringkat 1, seperti Andy Murray yang kita kenal di cabang tenis dunia,” terang Fully.

Ditambahkan Fuly, kategori ini merupakan kategori peserta yang melibatkan dari Amerika Serikat saja.

Semetara Aero Aswar menyatakan bangga meraih juara dunia yang kedua setelah tahun 2014. “Ini gelar kedua saya bisa juara dunia di Amerika Serikat. Dan saya punya mimpi besar mudah-mudah dapat jadi juara dunia sampai 10 kali. Terdekat tahun depan semoga saya bisa mengulanginya,” tekad Aero Aswar.

(prihandoko/sir)