Thursday, 17 January 2019

Hanya Satu Pintu, Parkir IRTI Monas Banyak Dikeluhkan

Senin, 28 November 2016 — 6:10 WIB
Parkir kendaraan seenaknya di sekitar Monas. (Ilustrasi dok. deny)

Parkir kendaraan seenaknya di sekitar Monas. (Ilustrasi dok. deny)

JAKARTA (Pos Kota) – Pengelolaan parkir di Taman IRTI Monas banyak dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, taman parkir yang tiap hari melayani puluhan ribu unit kendaraan hanya memiliki satu pintu gerbang masuk/keluar sehingga pada puncak keramaian terjadi antrean panjang mobil maupun motor.

“Mengelola parkir seluas ini, cuma terdapat satu pintu masuk dan satu pintu keluar yang masing-masing hanya mengoperasikan satu unit komputer,” kritik Saryanto, seorang pengendara di IRTI Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (27/11/2016). Mestinya, UP Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperbanyak pintu keluar/masuk. “Penambahan pintu sangat memungkinkan karena tempatnya kan sangat luas,” tambahnya.

Pada saat puncak keramaian, terutama Sabtu dan Minggu, maka petugas terpaksa membuka pintu masuk ekstra secara manual, termasuk menulis jam masuk parkir pakai pulpen. Sedangkan sejumlah petugas lainnya di pintu keluar juga melayani pembayaran tarif parkir yang besarannya tidak tertulis pada karcis parkir. Kegiatan semacam ini tentu sangat rawan terjadi manipulasi pendapatan.

Tarif parkir di sini juga sering dikeluhkan pengendara karena saking mahalnya. “Saya parkir motor gak sampai tiga jam, dikenakan bayaran Rp 5 ribu. Mahal amat,” protes Johny, salah satu pemotor. Sedangkan parkir mobil dikenakan tarif Rp 4 ribu/jam.

Secara terpisah Tiodor Sianturi, Kepala BLUD Perparkiran DKI Jakarta, menyatakan kepada wartawan pihaknya akan membenahi pengelolaan parkir di kawasan tersebut. Ia mengakui banyaknya warga yang mengeluh. terkait antrean panjang di pintu masuk IRTI Monas. “Karena hanya punya satu akses,” katanya.

Ia mengatakan, antrean panjang kendaraan bermotor ini kerap terjadi pada hari libur Sabtu dan Minggu saat banyak warga berkunjung ke kawasan Monas maupun hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Jalan MH Thamrin.

Tiodor mengaku telah mencari solusi, salah satunya menambah akses dan peralatan Informasi Teknologi (IT), serta SDM. Tiodor menambahkan pihaknya akan menerapkan pembayaran parkir di sepenuhnya dengan sistem elektronik (e-payment) sehingga petugas parkir tidak bersentuhan dengan uang. “Mudah-mudahan bisa dikerjakan pada anggaran 2017,” pungkasnya. (joko/yp)