Sunday, 23 September 2018

Razia Kos-kosan Ditemukan Pasangan Sejenis

Senin, 28 November 2016 — 22:07 WIB
Suasanan razia kos-kosan di Sukabumi

Suasanan razia kos-kosan di Sukabumi

SUKABUMI (Pos Kota) – Puluhan tempat kontrakan dan kos-kosan berikut penghuninya di Desa Kutajaya didata jajaran unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (28/11/2016) malam.

Puluhan petugas gabungan dari Kepolisian Sektor (Polsek), Komando Rayon Militer (Koramil), Kecamatan, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cicurug sehabis magrib hingga pukul 21.00 WIB menyisir satu per satu lokasi kontrakan dan kosan.

Mereka memintai keterangan dan memeriksa kelengkapan administrasi kependudukan, seperti kartu tanda penduduk (KTP) para penghuninya serta mengecek izin kontrakan dan kosan tersebut.

Dari hasil razia tersebut banyak ditemukan kos atau tempat kontrakan tidak memiliki surat izin mendirikan bangunan (IMB). Tidak sedikit pula penghuni yang memiliki KTP tapi sudah kadaluarsa serta tidak ber-KTP domisi setempat.

Mereka akhirnya didata dan ditegur agar secepatnya untuk melengkapi surat domisili. Termasuk pemilik kontrakan dan kos-kosan agar segera melengkapi perizinannya.

Temuan lainnya yang mencengangkan petugas yakni ditemukannya empat penghuni yang diindikasikan merupakan pasangan sejenis. Keempatnya selanjutnya ditegur dan didata petugas. Petugas juga menegur pemilik kosan agar dua pasangan tersebut diusir.

“Razia ini untuk mengantisipasi adanya praktik tindak kriminal seperti prostitusi, penyalagunaan narkoba, dan pemetaan pemetaan wilayah-wilayah rawan. Razia ini juga merupakan kegiatan rutin untuk menjaga ketertiban umum,” kata Kapolsek Cicurug Kompol Suhardiman di sela-sela razia.

Disebutkan Suhardiman, selain banyaknya penghuni tidak beridentitas atau berdomisili juga memang ditemukan adanya indikasi dua pasangan sejenis yakni wanita suka wanita hidup dalam satu kosan.

“Kami akan memanggil dan mendata mereka. Dan menegur pemilik kosan bersangkutan agar tidak memberikan tempat kepada mereka. Maka itu kami menghimbau agar pemilik baik kontrakan atau kosan agar mengecek para pengekos secara hati-hati,” ungkapnya.

Camat Cicurug, Agung Gunawan menambahkan razia ini merupakan kali kedua dilaksanakan. Sebelumnya dilaksanakan di Desa Benda. Baik di Benda maupun di Kutajaya memang ditemukan indikasi pasangan sejenis. Oleh karena itu, untuk menekan penyebaran penyakit sosial ini pihaknya melibatkan MUI agar mereka kembali normal.

“Ke depan, razia ini akan terus menerus dilakukan secara rutin. Mengingat Kecamatan Cicurug merupakan kawasan industri sehingga banyak pendatang. Razia ini juga untuk menertibkan para pendatang agar memiliki identitas di sini,” tandasnya.

Lastri Sulastri, 25, penghuni kosan mengaku kaget dengan adanya razia ini. Terlebih, wanita single asal Kecamatan Pelabuhan Ratu ini tidak memiliki KTP berdomisi Cicurug. Sehari-hari dia bekerja di pabrik garmen di Desa Kutajaya.

“Kaget. Apalagi tadi saya kena teguran petugas karena saya tidak memilik KTP sini. Tapi KTP asal saya, saya punya. Ya secepatnya saya akan mengurus surat pindah,” akunya. (sule)