Friday, 20 September 2019

Selain Jaksa di Jatim, Kejagung Tetapkan Pengusaha Jadi Tersangka

Senin, 28 November 2016 — 15:01 WIB
Kejaksaan Agung

Kejaksaan Agung

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung telah menetapkan AM, pemberi uang kepada Jaksa AF sebagai tersangka terkait kasus penanganan kasus korupsi, di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

“Benar, AM telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah saat dihubungi oleh Pos Kota, di Jakarta, Senin (28/11/2016).

Dengan demikian sudah dua tersangka ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan atau gratifikasi. Pertama, adalah jaksa Ahmad Fauzi, jaksa fungsional di Kejati Jatim.

Menurut Arminsyah, penetapan AM sebagai tersangka, dilakukan Jumat (25/11) setelah diperiksa secara maraton, di Gedung Bundar, Kejagung. AF langsung ditahan, di Rutan (rumah tahanan) Salemba Cabang Rutan Kejagung.

“AM ditetapkan sebagai tersangka bersama jaksa AF. Dia langsung ditaham bersama AF, di Rutan Salemba Cabang Rutan Kejagung,” terang Arminsyah.

Kedua orang ini ditangkap oleh tim Seber (Sapu Bersih) Pungutan Liar (Pungli), dketuai Yulianto. Sempat diperiksa di Kejati Jatim, Rabu sore dan malamnya dibawa ke Jakarta, dalam hal ini Gedung Bundar, Kejagung.

RAKERNAS

Tersangka AM diduga adalah pengusaha dan salah satu pembeli tanah kas Desa Sumenep, Madura, Jatim yang diduga syarat muatan korupsi.

Dugaan pemberian uang Rp1,5 niliar, Rabu (23/11) bersamaan dengan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada tempat terpisah, agar kasus tersebut tidak dinaikan ke penyidikan.
Uang Rp1,5 miliar ditarok dalam tas besar dan disimpan AF, di rumah kosnya dekat dengan Kantor Kejati Jatim. Tumpukan uang itu terdiri pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.

GRESIK
Dari informasi terakhir, diduga AF  ini ditugaskan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, Jatim sesuai dengan surat keputusan (SK)-nya sebagai jaksa fungsional.

“Sehingga tidak diketahui, kenapa dia justru bertugas, di Kejati Jatim,” kata sebuah sumber di Kejagung.

Jaksa yang baru naik golongan 3 C dan berusia 30-an ini, sempat bertugas sebagai tata usaha, di Kejari Nabire, Papua. Lalu. Ditarik ke Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dan terakhir, di Pidana Khusus (Gedung Bundar), Kejagung.

AF diduga juga masih keponakan salah satu petinggi jaksa  di Kejagung.

(ahi/sir)