Wednesday, 14 November 2018

Cak Imin: Jokowi Akan Terus Undang Para Tokoh

Selasa, 29 November 2016 — 18:03 WIB
Presiden Jokowi saat makan bersama dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/11). (Ist)

Presiden Jokowi saat makan bersama dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/11). (Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi mengaku akan terus mengundang para tokoh ke Istana, tidak hanya dari kalangan partai politik, tapi juga tokoh agama dan juga dari kalangan TNI dan Polri. Selain untuk makan bersama juga membahas kebangsaan..

“Pertemuan ini merupakan silaturahmi kepada para tokoh atau  sejumlah pihak untuk konsolidasi kebangsaan,” terang Jokowi usai mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, di Istana Merdeka, Selasa, (29/11).

Jokowi menilai  tidak ada habisnya konsolidasi kebangsaan dan kenegaraan. Karena ini untuk mengingatkan kita semuanya mengenai pentingnya kita tetap di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang isinya beragam dan majemuk.

“Terus kita ingatkan, saya kira tidak hanya ke tokoh-tokoh politik, tokoh-tokoh agama, TNI-Polri, saya kira juga penting sekali untuk anak-anak muda,” terang Jokowi.

Dikatakan, kesadaran kebangsaan tersebut penting kiranya untuk ditumbuhkan agar masyarakat dapat saling memahami dan menghormati satu dengan lainnya.

Seperti biasanya, Jokowi setiap mengundang tamunya dengan mengajaknya makan bersama, seperti saat bertemu Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PDIP Megawati dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan kali ini bertemu dengan Muhaimin Iskandar. Hidangan dalam pertemuan dengan Jokowi dan Muhaimin berupa ikan bakar dan soto.

‪Dalam pertemuan  tersebut, setidaknya terdapat tiga hal yang dibicarakan keduanya. Pertama, yang berkaitan dengan dimulainya pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu. Kedua, yang berkaitan dengan perkuatan sistem presidensial, dan yang ketiga, masalah komunikasi politik dengan partai-partai pendukung yang akan diintensifkan lagi.

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, beranggapan bahwa saat ini diperlukan kejelasan mengenai penerapan sistem tersebut agar tidak terlampau parlementer. Ia melaporkan kepada presiden bahwa sedang ada pertemuan alim ulama yang membahas tentang konstitusi terutama ada keinginan untuk memperbaiki sistem demokrasi yang salah satunya ialah penegasan sistem presidensial tersebut. (Johara/win)