Wednesday, 18 October 2017

Jalan Rusak Parah, Petani Pisang di Lampung Menderita

Kamis, 1 Desember 2016 — 0:40 WIB
Jalan rusak membuat petani pisang di Pesawaran, Lampung  merugi

Jalan rusak membuat petani pisang di Pesawaran, Lampung merugi

LAMPUNG (Pos Kota) -Buah pisang di Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung bakal tidak laku lantaran akses jalan utama hasil rintisan masyarakat dan Prajurit Korem 043 Garuda Hitam Lampung, Kodim dan Koramil, melalui program ABRI Masuk Desa (AMD) nyaris putus, akibat rusak karena truk melebihi kapasitas.

“Pengusaha yang hanya mementingkan keuntungan diri sendiri sepertinya tak mau peduli dan terus saja merusak jalan,” kata Kepala Desa Pagar Jaya, Jamian.

Warga Desa Pagar Jaya seluruhnya adalah petani pisang, karena itu tidak bisa dipungkiri, Desa Pagar Jaya merupakan Desa penghasil pisang terbanyak se-Kabupaten Pesawaran.

“Penghasilan dari buah pisang, sangat membantu meningkatkan ekonomi warga Desa Pagar Jaya, itu faktanya,”ujar Jamian.

Menurutnya, jika akses jalan utama di Desa Pagar Jaya putus maka dampaknya pisang-pisang yang ditanam warga tidak ada harganya, otomatis para petani secara tidak langsung dimiskinkan kembali, lantaran ulah para pengusaha yang hanya mementingkan keuntungan diri sendiri tanpa memikirkan bagaimana nasib warga sekitar.

“Faktanya, jika jalan putus, etani harus mengangkut untuk memasarkan buah pisangnya melalui laut,”jelasnya.

Perbandingannya kata Jamian, jika akses jalan tidak putus, petani bisa langsung bertransaksi di lahan penanaman pisang oleh pembeli atau pengepul buah pisang. Jika jalan putus dan harus melalui laut, pertama petani harus mengunakan jasa angkut buah pisang menggunakan motor hingga ke pantai, lalu menggunakan jasa angkut perahu hingga ke lokasi pembeli atau pengepul buah pisang.

“Ongkos atau upah untuk dua jasa angkut itu sudah mengurangi penghasilan. Tidak hanya itu, ada resiko pisang jatuh harganya atau sama sekali tidak laku, karena warna kulit buah pisang jadi menghitam akibat perpindahan tempat dan tersiram air laut. Tentunya itu sangat patal dan bisa disimpulkan pisang-pisang yang ditanam warga bisa dibilang tidak laku alias percuma,”ungkapnya.

“Warga Desa Pagar Jaya berharap kepada Pemerintah Daerah dan seluruh aparat bisa mendengar keluhan dan membantu untuk mengatasi permaslahan ini dengan cepat, karena jika tidak akses jalan utama di Desa Pagar Jaya putus dan tidak dapat dilalui lagi,”harapnya.(Koesma)