Tuesday, 25 September 2018

Polri: Delapan Tokoh Dijerat Pasal Permufakatan Jahat Makar

Sabtu, 3 Desember 2016 — 12:20 WIB
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar.

JAKARTA (Pos Kota) – Mabes Polri menetapkan 8 dari 11 aktivis yang ditangkap dijerat pasal makar, tiga lainnya pasal UU ITE dan penghinaan terhadap Presiden.

“Semuanya ada 11 orang, 8 terkait pemufakatan jahat (makar) pasal 107. Dua UU ITE dan 1 penghinaan presiden,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar, Sabtu (3/12).

Kesebelas orang tersebut adalah: Eko Suryo Santjojo, Adityawarman Thahar, Mayjen (Pur) Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Alvin Indra, Ahmad Dhani, Jamran dan Rizal.

Dari nama tersebut, ketujuh orang yang dikenakan pasal makar adalah Kivlan Zen, Adityawarman Thaha, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko Suryo Santjojo, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri. Dari aktifis yang diamankan itu tiga orang dilakukan penahanan, yaitu Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal.

“Untuk yang lainnya tidak dilakukan penahanan. Makar dalam kasus ini bukan berarti melakukan tindakan pemberontakan dengan mengangkat senjata,” ujarnya.

Dikatakan, definisi makar dalam pemahaman penyidik Polri, sebagai permufakatan dapat juga dikategorikan perbuatan delik formil artinya dia tak perlu terjadi perbuatan makar tersebut.

“Makar di sini suatu permufakatan dan tidak harus jadi kenyataan tapi dengan adanya pertemuan-pertemuan kegiatan hasil penyelidikan rumusan permufakatan,” ucapnya.

Dari hasil penyelidikan sekitar 3 Minggu hampir 20 hari 4 November lakukan penangkapan yang mayoritas aktifis berada di rumah dan hotel. (M4/ilham/win)