Monday, 22 October 2018

DPR: Aksi Umat Islam Seiring Kasus Ahok, Tak Perlu Lagi Aksi Lebih Besar

Senin, 5 Desember 2016 — 12:42 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

JAKARTA (Pos Kota) – Kalangan anggota Komisi III DPR minta kepada Kapolri agar tidak sampai ada aksi-aksi tandingan terkait Aksi Damai 212 yang dilakukan umat Islam di Monas. Kalangan Dewan juga mengingatkan, Aksi-aksi umat Islam beriringan dengan penanganan kasus Ahok, maka setelah Aksi 212 cukup sudah, jangan sampai terjadi aksi berikutnya.

“Saya setuju pendapat Ketua Komisi III Bambang Soesatyo, agar tidak ada lagi aksi-aksi berikutnya. Cukup sudah Aksi 212 itu, terlebih sudah menjadi pentauan dunia menjadi aksi fenomenal. Ini penanganan Ahok sudah tersangka, berkas sudah di Kejaksaan Agung dinyatakan lengkap, dan akan dilimpahkan. cuma belum ditahan.¬† Ini yang¬† kemudian harus menjadi perhatian, cukup Aksi 212 saja puncaknya,” kata Hazrul Azwar, anggota Komisi III dari Fraksi PPP, dalam raker dengan Kapolri di DPR, Senin (5/12).

Hal senada juga anggota Fraksi PKS Habib Aboebakar Alhabsyi menyatakan, kalau sampai ada lagi aksi, itu tentunya akan lebih besar dan sangat bahaya. Aksi 212 yang sangat besar dan sangat damai itu, ia ingin yang terakhir, terkait dengan penanganan kasus Ahok, yang diduga telah menistakan agama.

“Kalau ada aksi lagi, itu akan sangat berbahaya, maka kami ingin tahu bagaimana Pak Kapolri mengambil langkah-langkah untuk menghadapi kemungkinan, entah pencegahan atau lainnya,” ungkap Habib. (*/win)