Thursday, 22 August 2019

Setelah Diprotes Warga, Satpol PP Tutup Panti Pijat Prostitusi

Senin, 5 Desember 2016 — 13:27 WIB
Salah satu kegiatan penutupan panti pijat oleh Satpol PP Kota Depok. (anton)

Salah satu kegiatan penutupan panti pijat oleh Satpol PP Kota Depok. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Enam dari 36 tempat panti pijat yang diduga melakukan praktek prostitusi yang berada di kawasan Cilodong, Kota Depok terpaksa ditutup jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat selain diprotes warga sekitar juga tak memiliki izin usaha beberapa waktu lalu.

“Kami jelas mendukung tindakan penutupan enam panti pijat plus-plus yang disinyalir atau diduga melakukan praktek prostitusi karena sangat mengganggu kenyamanan serta ketenangan masyarakat di kawasan ini oleh Pemkot Depok melalui Satpol PP Kota Depok,” kata Usman, warga Cilodong, Senin, (5/12/2016).

Tindakan itu penutupan dilakukan sebelum warga sekitar kesal dan marah hingga berujung mengambil tindakan sendiri, ujar bapak tiga anak ini yang berharap di wilayahnya tak ada lagi tempat seperti itu dan jajaran terkait harus memperketat pemberian izin usaha.

“Keluhan berkaitan kehadiran panti pijat yang diduga melakukan praktek prostitusi sudah beberapa waktu disampaikan baik melalui kelurahan, kecamatan hingga walikota,” tuturnya.

ENAM DITUTUP PAKSA

Menanggapi masalah itu, Kepala Satpol PP Kota Depok, Dudi Mir’az, mengakui ada kegiatan penutupan paksa terhadap enam tempat panti pijat di kawasan Cilodong yang diduga melakukan praktek prostitusi dan tak memiliki izin operasi dari Pemkot Depok serta dikeluhkan warga sekitar beberapa waktu lalu.

Sebetulnya masih ada sekitar 30 tempat panti pijat yang hingga kini dalam pengawasan serta pendataan baik terhadap masalah perizinan maupun penggunaan sehari-hari, tuturnya jika terbukti dan disinyalir dijadikan tempat maksiat jelas langsung ditutup. Sebelum melakukan penutupan panti pijat pihaknya sejak awal sudah memberikan surat teguran ke pemilik, surat peringatan hingga penyegelan.

Mereka yang belum memiliki perizinan resmi diminta untuk mengurus secepatnya dan diharapkan kegiatan panti pijat tak melanggar aturan yang ada terlebih jika dipergunakan untuk kegiatan prostitusi tentunya akan langsung ditutup paksa, ujarnya.

(anton/sir)