Sunday, 23 September 2018

Bercinta Sama Tetangga Akhirnya Masuk Penjara

Kamis, 8 Desember 2016 — 6:50 WIB
malui

AGAKNYA Kajad, 44, ini memang tak bisa melihat janda nganggur. Ada Ny. Lasmi, 44, baru beberapa bulan ditinggal mati suami, langsung saja disosor sampai hamil. Giliran dimintai tanggungjawab, bingung karena tak siap berpoligami. Solusinya, kandungan digugurkan, tapi malah terancam masuk penjara.

Jadi janda itu tak nyaman, apa lagi bagi mereka yang berwajah cantik. Sebab ibu kanan kiri rumahnya bisa mencurigai, jangan-jangan akan merebut cinta suaminya. Padahal semua itu tergantung suami sendiri. Gampang tergoda perenpuan lain, atawa tetap focus pada istri tercinta. Jika ketemu model lelaki yang begini, niscaya meski ada bertebaran janda cantik di lingkungannya tetap damai di langit dan di bumi.

Ternyata Kajad warga Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap,Jawa Tengah termasuk jenis lelaki yang tak dipercaya itu. Ketika suami Lasmi tetangga meninggal karena kecelakaan, musibah itu baginya justru menjadi berkah. Sebab sebetulnya dia sudah lama mengincar Lasmi, kok sekarang tiba-tiba peluang terbuka selebar-lebarnya.

Ny. Lasmi memang lumayan cantik di kelasnya. Bodinya meski sudah berusia kepala empat masih nampak sekel nan cemekel. Pantatnya masih kentel, senyumnya masih menusuk kalbu. Kajad memang sering salahtingkah manakala melihat Lasmi belanja ke warung dekat rumahnya. Dilihat dari mana saja nampak resep. Samping kiri, samping kanan, muka belakang, semua serba menggairahkan, Nggak tahu kalau dari bawah……

Tapi untuk mendekati, jelas tidak mungkin sebab STNK dan BPKB-nya masih atas nama Suroto, 50, pajak panjang lagi. Tapi mungkin lagi milik Kajad, karena beberapa bulan lalu tiba-tiba Suroto meninggal mendadak setelah kecelakaan lalulintas. Sejak itu Lasmi jadi janda mendadak. Heibatnya si Lasmi ini, meski nangis meratapi suami, di mata Kajad masih saja ayu dan menggemaskan.

Setelah ada peluang yang terbuka lebar, sebulan kemudian dia mulai mencoba mendekati diam-diam. Awalnya biasa saja, tapi lama-lama nampaknya mulai ada lampu hijau yang mulai menyala, dari kelip-kelip menjadi kelop-kelop. Buktinya ketika disenggal-senggol, Lasmi tak ada respon penolakan. Sejak itu Kajad jadi makin kenceng, Ibarat naik motor, kini digas ngepol.

Hasilnya tak mengecewakan, Lasmi lain waktu bisa diajak ke luar, bahkan dibawa ke hotel. Nah, di sinilah semua yang selama ini hanya jadi angan-angan, jadi kenyataan. Sininya kadung deg-degan, sononya malah mapan. Bahkan setelah usai menuntaskan birahi, Lasmi sempat berkata, “Saya sudah berbulan-bulan tak melakukan ini lho Mas.”

Sejak itu asal ada peluang keduanya main suami-istrian. Bukan saja di hotel, kadang di rumah Lastri sendiri. Mereka baru panik ketika tiba-tiba hamil. Minta tanggungjawab menikahi, Kajad tak berani ambil resiko karena tak mungkin poligami. Bisa kena palang pintu bini rumah nanti.’

Solusinya kemudian, mereka ke dukun pengguguran janin, tetangga sendiri juga. Berhasil memang, janin usia 2 bulan bisa dikeluarkan dan dikubur. Tapi sialnya, ada yang melihat, sehingga urusan jadi panjang. Yang jadi urusan polisi bukan saja Kajad-Lasmi, tapi juga Mbah Maryam, nenek-nenek usia 70 tahun. Ketiganya kini mendekam di Polres Cilacap.

Nolong orang kejar nikmat, simbah ikut kiamat. (JPNN/Gunarso TS)