Saturday, 20 July 2019

Bali Democracy Forum IX

Jokowi: Agama Tak Halangi Terjalinnya Demokrasi dan Toleransi

Kamis, 8 Desember 2016 — 14:43 WIB
Presiden Jokowi saat menghadiri  pembukaan "Bali Democracy Forum IX" di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/12). (Ist)

Presiden Jokowi saat menghadiri pembukaan "Bali Democracy Forum IX" di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/12). (Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi meyakini bahwa agama tidaklah menjadi penghalang bagi terjalinnya demokrasi, toleransi antarnegara dan sesama. Jokowi  mencontohkan kondisi nyata di Indonesia, negara dengan 1.300 etnik, 85 persen penduduknya muslim, demokrasi tumbuh subur.

Hal tersebut disampaikan Jokowi  pidato pembukaan “Bali Democracy Forum IX” di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/12). “Sejarah Indonesia mengajarkan bahwa ajaran Islam masuk ke Indonesia dengan cara damai. Nilai mengenai perdamaian inilah yang sampai saat ini terus dipegang oleh umat Islam Indonesia,” papar Jokowi.

Selain Islam, lanjut Jokowi, Indonesia adalah rumah bagi umat Kristiani, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kongfucian. Nilai-nilai perdamaian juga dipegang teguh oleh semua umat di Indonesia.

Presiden menegaskan pemerintah terus bertekad  untuk terus memperjuangkan demokrasi, dan sekaligus menjadikan  Indonesia sebagai  rumah bagi kemajemukan.

Presiden juga mengajak seluruh pihak untuk secara aktif mendorong sinergi antara demokrasi, agama, dan toleransi, dan menjadi kewajiban seluruh pihak untuk memastikan bagaimana demokrasi dapat bekerja dengan baik dengan cara mendukung stabilitas dan perdamaian serta mendatangkan kesejahteraan bagi rakyat.

‪       “Pemerintah perlu secara aktif mendorong sinergi antara demokrasi, agama, dan toleransi. Upaya itu hendaknya terefleksikan dalam semua kebijakan nasional. Karenanya, pendekatan. “top-down”  berupa peran aktif pemerintah menjadi kunci, baik melalui. “good governance” dan supremasi hukum yang sama pentingnya dengan upaya penguatan demokrasi dari akar rumput,” ajak Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan  pemerintah Indonesia tak pernah lelah untuk terus belajar dan memperjuangkan demokrasi. Sebab, arti demokrasi sesungguhnya hanya dapat didapatkan dari pembelajaran terhadap proses yang sedang dijalani dan juga dari hasil berbagi pengalaman dengan negara-negara lain.

“Indonesia memiliki komitmen yang tinggi untuk menjadikan Forum Demokrasi Bali sebagai satu forum yang nyaman bagi setiap negara untuk berbagi mengenai pengalaman dalam berdemokrasi, tantangan dalam berdemokrasi, dan mengembangkan kerja sama untuk saling membantu dalam berdemokrasi.(Johara/win)