Friday, 21 September 2018

Polda Selidiki Aliran Dana Kepada Tersangka Makar

Kamis, 8 Desember 2016 — 15:32 WIB
Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (yendhi)

Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah menetapkan 8 orang sebagai tersangka yang diduga terlibat dalam perencanaan makar, Polda Metro Jaya kini menyelidiki adanya dugaan aliran dana yang dikucurkan seseorang kepada para tersangka.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik saat ini sedang melakukan pendalaman atas aliran dana tersebut.

“Tim sedang bekerja berkaitan dengan aliran dana ini. Kita sedang bekerja, nanti kalau sudah dapat info kami sampaikan,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis, (8/12/2016).

Kabid Humas menjelaskan, dalam mengatasi kasus ini tidaklah mudah, penyidik harus ekstra hati-hati dan teliti karena yang diperiksa berkaitan dengan transaksi keuangan. Baru nantinya akan diketahui berapa jumlah aliran dana tersebut.

“Transaksi keuangan banyak kalau diakuntansikan. Kami perlu mengetahui dan membaca berapa jumlahnya. Perjalanan aliran dana masih dibaca. Kan disitu cuma tertera nomor, kalau untuk memastikan itu perjalanan masih dipenyidik,” jelas Argo.

Untuk itu, Kepolisian bekerjasama dengan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) guna mengungkap dalang dibalik aksi yang diduga berusaha menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).  “Kita sedang pelajari dari PPATK, kan transaksi keuangan banyak,” beber Argo.

Sebelumnya, pada Jumat (2/12) dini hari, sebanyak 11 aktivis dan tokoh nasional dalam waktu hampir bersamaan ditangkap jajaran Polda Metro Jaya ditempat yang berbeda. Karena diduga kuat sebagai pelaku makar.

Setelah menjalani pemeriksaan selama hampir 1×24 jam, tujuh orang tersangka dugaan makar telah dipulangkan. Mereka yakni, Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Dirza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

Selanjutnya, pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani, sebagai tersangka dugaan penghinaan terhadap penguasa dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) turut dipulangkan juga. Delapan orang tersebut dipulangkan atas dasar pertimbangan subjektif dari kepolisian dan dianggap kooperatif.

Sementara Sri Bintang Pamungkas dijerat Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang makar dan Pemufakatan Jahat, sedangkan dua orang yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat Pasal 28 ayat (2) tentang UU ITE. Ketiganya kini masih ditahan di Polda Metro Jaya. (yendhi/win)