Wednesday, 19 September 2018

Komplotan Penipu “Potong Babi” Digulung Polisi

Senin, 12 Desember 2016 — 16:31 WIB
Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono dan Kasubdit Resmob AKBP Budi Hermanto menunjukan barang bukti saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/12/2016). (toga)

Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono dan Kasubdit Resmob AKBP Budi Hermanto menunjukan barang bukti saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/12/2016). (toga)

JAKARTA (Pos Kota) – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap enam kasus yang meresahkan masyarakat khususnya di Jakarta sejak awal Desember ini.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, salah satu kasus yang diungkap adalah tindak pidana penipuan dan penggelapan.

“Modusnya dengan potong babi,” ujar Argo saat mengikuti gelar barang bukti bersama Subdit Resmob, Senin, (22/12/2016).

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto, menyebut tindak pidana dengan modus potong babi ini dilakukan oleh lima sampai enam orang dengan masing-masing mempunyai peran.

“Potong babi ini dimana korban ingin menjual ruko. Pelaku yang berjumlah 5 sampai 6 orang pura-pura ingin membeli ruko yang memang ditawarkan. Pelau lalu ketemu dengan pemilik kemudian mencoba mentransaksikan dengan uang palsu,” kata Budi.

Untuk mengelabui korban, tumpukan uang kertas dengan pecahan 100 dolar AS tersebut dilapisi uang yang asli pada lembar atas dan bawah.

Saat bertransaksi datang seseorang yang masih anggota komplotan ini yang merupakan Warga Negara Asing, lalu salah satu orang yang melakukan transaksi mencoba merayu korban untuk mengajak orang tersebut bermain judi.

“Pelaku menyampaikan ‘Pak orang ini uangnya banyak bagaimana kalau kita ajak dia main judi nanti kita kalahkan’,” ungkap Budi menirukan perkataan pelaku.

Untuk lebih meyakinkan korban, datang lagi pelaku lain yang mencoba meyakinkan dengan berkata jika nanti akan membantu korban mengalahkan saat judi.

Selain itu, ada yang berperan menjadi orang tua yang datang sambil menangis dan dicaci maki oleh pelaku. “Dicaci maki, dimarah-marahi sehingga timbul rasa iba kasihan dari si korban. Tanpa disadari korban ini menjadi korban penipuan,” tegas Budi.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian hingga 100.000 dolar AS atau setara Rp 1,3 miliar.

Adapun empat tersangka yang ditangkap yakni, RM alias SG (68) yang berperan sebagai ahli permainan Judi Kuda Lari di atas meja (Potong Babi), LAM alias LSH (67) (Warga Malaysia) sebagai pembeli ruko sekaligus meyakinkan korban untuk bermain judi, dan WE alias W (46) bertugas melakukan cek in kamar hotel untuk judi. Sementara tiga orang lain yakni H alias KY, PH, dan LM masih dilakukan pengejaran.

Dari pengakuan tersangka sudah melakukan di beberapa tempat seperti Surabaya , Medan , Bandung dan Bekasi. Polisi mengamankan barang bukti berupa Handphone, alat permainan perjudian, uang palsu, KTP yang digunakan untuk Cek-in hotel, kartu NPWP, kartu kredit dan kartu ATM, serta sisa uang hasil kejahatan. (Yendhi)