Monday, 24 September 2018

Kuasa Hukum Hatta Taliwang Bantah Terlibat Makar

Senin, 12 Desember 2016 — 14:19 WIB
Tim kuasa hukum Hatta Taliwang. Akhmad  Leksono, kanan, pegang kertas. (yendhi)

Tim kuasa hukum Hatta Taliwang. Akhmad Leksono, kanan, pegang kertas. (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Tim Kuasa Hukum Hatta Taliwang, Advokad Cinta Tanah Air (ACTA), membantah jika kliennya tersebut terlibat dalam aksi perencanaan makar.

Akhmad Leksono, Wakil ACTA, menyebut jika Hatta Taliwang memang mengikuti beberapa pertemuan dan membuat beberapa catatan. Namun, pertemuan itu bersifat umum dan tulisan tersebut merupakan pendapat Hatta sebagai warga negara.

“Diantaranya ada pertemuan di Universitas Bung Karno, ada tulisan-tulisan juga dari berbagai aktifis ada catatan beliau yang itu dalam konteks secara konstitusionalitas sebagai hak warga negara nenyampaikan hak pendapat dimuka umum,” ujar Akhmad di Mapolda Metro Jaya, Senin, (12/12/2016).

Dia berharap agar Kepolisian jangan mudah menyampaikam posisi makar, karena menurut Akhmad, persyaratan untuk makar sangat sulit dan sangat berat.

Terkait yang dilakukan Hatta Taliwang dan rekan-rekannya yang berencana ke DPR dan MPR, itu merupakan bagian dari hak konstitusional secara resmi dan sebelumnya telah melakukan pemberitahuan kepada Kepolisian.

“Tidak dalam posisi tiba tiba mengumpulkan masa yang besar kemudian niat menduduki disana itu salah. Yang ada menyampaikan aspirasi sebagai warga negara atas situasi, memang ada pemikiran untuk coba menawarkan posisi UUD amandemen kepada UUD 45 yang asli,” pungkasnya.

(Baca: Kuasa Hukum Hatta Taliwang Ajukan Penangguhan Penahanan)

Sebelumnya, pada Kamis, (8/12/2016), Hatta Taliwang ditangkap Polda Metro Jaya atas tuduhan melanggar Undang-Undang ITE dengan memposting dalam akun Facebooknya yang berbau SARA.

Mantan Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu dijerat Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Namun, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan jika Hatta Taliwang juga terindikasi kasus makar.

“Yang bersangkutan diindikasikan terlibat kasus UU ITE dan makar. Percobaan makar ada pidananya. Hari ini masih diperiksa,” kata Iriawan di Ancol, Jumat, (9/12/2016) lalu.
(yendhi/sir)