Sunday, 22 September 2019

Jokowi Ajak Para pengusaha India Berinvestasi di Indonesia

Selasa, 13 Desember 2016 — 18:29 WIB
Presiden Jokowi saat bertemu CEO dari India dan Indonesia di di Royal Ballroom, The Leela Palace Hotel, New Delhi, Selasa (13/12). (Ist)

Presiden Jokowi saat bertemu CEO dari India dan Indonesia di di Royal Ballroom, The Leela Palace Hotel, New Delhi, Selasa (13/12). (Ist)

JAKARTA (Pos Kota) –  Presiden Jokowi mengajak para pengusaha India untuk berinvestasi di Indonesia. Sebab momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, dan ini sangat menguntungkan bagi dunia usaha.

“Kami setelah dua tahun bekerja keras, mengimplementasikan perubahan, pertumbuhan produk domestik bruto kami stabil, dan sentimen investor cukup positif,” ujar Jokowi, Selasa (13/12).

Itu disampaikan saatbmelakukan pertemuan dengan para chief executive officer (CEO) India bertempat di Royal Ballroom, The Leela Palace Hotel, New Delhi. Pertemuan itu dihadiri 20 CEO dari India dan 5 CEO dari Indonesia.

Dalam siaran persnya menyebutkan, para CEO yang hadir dalam kesempatan tersebut bergerak di berbagai macam industri, antara lain di bidang teknologi, infrastruktur, farmasi dan kesehatan, dan otomotif.

Presiden Jokowi menambahkan, pemerintahannya telah berupaya merubah dan meningkatkan ekonomi Indonesia. Berbagai langkah telah ditempuh seperti melakukan reformasi subsidi bahan bakar minyak, deregulasi berbagai jenis peraturan dan perizinan, dan peluncuran kerja sama perdagangan bebas dengan Uni Eropa dan Australia.

Menurut Presiden, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, dinilai dapat mendorong pertumbuhan komunitas bisnis terutama di bidang perdagangan elektronik (e-commerce), pariwisata, dan manufaktur.

“Dan tahun ini kita sudah meluncurkan program amnesti pajak, yang hanya baru lima bulan sejak diluncurkan sudah menjadi program amnesti pajak tersukses di dunia menurut Deutsche Bank,” imbuhnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Duta Besar RI untuk India Rizal Wilmar Indrakesuma. (Johara/win)