Saturday, 23 September 2017

Menangis di Persidangan, Ahok Dipeluk Kakak Angkat Perempuan

Selasa, 13 Desember 2016 — 14:45 WIB
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipeluk kakak angkat di ruang tunggu PN Jakarta Utara. (ist)

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipeluk kakak angkat di ruang tunggu PN Jakarta Utara. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menangis saat mengenang ibu angkatnya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016). Terdakwa kasus penistaan agama ini terus berwajah murung setelah sidang berakhir.

Setelah majelis hakim memutuskan sidang dilanjutkan pekan depan, Ahok masuk ruang tunggu. Di tempat itu, ia duduk dengan wajah muram. Kakak angkatnya, Nana Riwayatie, mendekat menenangkannya. Perempuan berkerudung itu memeluknya dari belakang.

Foto ini beredar di grup Whatsapp wartawan. Tampak seorang polisi ikut duduk di sisi lainnya dari kakak beradik itu.

ahok dipeluk kakak angkat 1

Ketua Tim Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sirra Prayuna, mengatakan kliennya merasa sangat sedih hingga menangis di persidangan. Kesedihan itu karena didakwa melakukan penistaan agama.Dikatakannya padahal Ahok dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan muslim.

“Dia sangat sedih, dia sudah menjalankan kewajiban spritual sesuai amanah ibu angkatnya seperti berzakat, menjaga kerukunan beragama. Tetapi kok dia bisa dituduh melakukan penistaan agama sampai jadi terdakwa dalam persidangan pagi ini. Dia sedihlah, anda, saya juga yakin sedih,” ujar Sirra usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016).

(Baca: Kenang Ibu Angkat, Ahok Menangis di Ruang Sidang)

Ahok menangis saat mmbacakan nota keberatan dalam sidang perdana kasus penistaan agama. Suara Ahok mulai parau ketika ia mengenang ibu angkatnya, seorang muslim Bugis. Ia sedih karena karena tuduhan itu sama saja menistakan kelurga angkatnya yang muslim.

“Saya sangat sedih, saya dituduh menista agama Islam, karena tuduhan itu.Sama saja dengan mengatakan saya menista orang tua angkat dan saudara-saudara angkat saya sendiri, yang sangat saya sayangi, dan juga sangat sayang kepada saya,” ujar Ahok.

Ahok terancam hukuman paling lama 5 tahun. Ia didakwa dengan pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama setelah menyebut surat Al Maidah 51 dalam pertemuan dengan warga Kepulauan Seribu. (ikbal/yp)

  • anti rizik

    ini mah kerjaan fpi, jangan takut hok warga yang bukan preman kaya fpi pasti dukung

    • Ruhut Sitompel

      ga ke balik nich, bukannya yang dukung ahok banyakan preman