Monday, 21 January 2019

Calon Janda Terpikat Lelaki Bekas Tetangga

Kamis, 15 Desember 2016 — 6:42 WIB
ngos

BETAPA bahagianya jadi perempuan cantik. Seperti Ny. Atikah, 30, ini misalnya, baru hampir jadi janda saja sudah banyak yang mengubernya. Celakanya, belum juga putus proses perceraian dengan suami dulu, dia sudah melayani hubungan intim pemuda bekas tetangga dulu. Tentu saja suaminya tak terima dan lapor polisi.

Kecantikan wanita atapupun pria itu sesungguhnya sangat relatif. Bagi istri atau suaminya, kelebihan wajah dan bodi pasanganya itu dianggap biasa saja. Sebab dia sudah tahu persis aslinya luar dan dalam. Tapi bagi pihak lain, melihat kecantikan istri orang masih tertegun-tegun, dan kemudian membayangkan yang enggak-enggak. “Andaikan bisa, dialah putri idamanku,” katanya penuh sanjungan.

Ny. Atikah warga Kecamatan IT 1 Palembang, memang sosok wanita yang cantik nan seksi. Tapi bagi suaminya, Kodri, 46, biasa-biasa saja tuh. Soalnya, dia sudah menyaksikan dan merasakan wanita itu secara luar dalam dan mendalam. Ketika tidur, ketika nungging, semua sudah diketahui, jadi tak ada lagi hal yang istimewa.

Usia pasangan suami istri ini memang njomplang. Bayangkan 30 lawan 6, tekor 16 tahun. Itu artinya, ketika Kodri sudah menjadi remaja ABG, Atikah baru lahir. Jangan-jangan Kodri dulu sudah pesen sama babe-enyak Atikah, “Tolong bikinkan anak perempuan, nanti akan saya kawini sendiri.”

Namanya juga sekedar berandai-andai, jadi tak bisa diyakini kebenarannya. Yang jelas, lama-lama Atikah jadi jenuh punya suami yang tak sebanding itu. Dalam kasih sayag suami istri misalnya, Kodri sudah tak bisa mengimbangi. Ibarat main badminton, Atikah mengharapkan smash-smash tajam menukik, tapi Kodri meladeni dengan back hand melulu. Namanya juga sudah tua, sehingga bolanya malah sering nyangkut di net.

Ditambah secara ekonomi Kodri tak lagi mendukung, sehingga Atikah merasa tak ada lagi yang bisa diharapkan dari sosok lelaki satu ini. Baik onderdil maupun materil sama payahnya, tak ada nilai plusnya sama sekali. Maka mumpung masih muda, dia ingin pecah kongsi, jalan sendiri-sendiri saja. Atikah memang optimis, dalam waktu cepat pasti akan dapat suami baru, yang baik tongkrongan maupun tangkringannya memadai.

Sebetulnya Kodri keberatan, tapi karena istri mendesak terus, akhirnya dipersilakan saja menggugat cerai ke Pengadilan Agama. Dan inilah celakanya, baru beberapa kali sidang dan belum divonis cerai, Atikah sudah melangkah jauh ke depan. Maksudnya, dia sudah berani pacaran dengan lelaki lain, namanya Karmani, 36.

Yang menarik, ternyata lelaki ini dulu pernah bertetangga. Ternyata dia dulu juga pernah naksir, tapi karena sudah jadi milik orang, Karmani tak berani mendeklarasikan cintanya. Seiring dengan kepindahan rumah kontrakan, cinta Karmani atas Ny. Atikah hilang dengan sendirinya.

Ee, kok sekarang ketemu lagi. Tahu Atikah sedang proses cerai, dia memberanikan diri untuk mendekati. Ternyata calon janda ini memang juga memberi hati, maka meski belum suami istri, keduanya sering masuk hotel untuk berhubungan intimbak suami istri. Mungkin ini tahap penyesuaian, atau test drive ibaratnya orangbeli mobil.

Entah sudah berapa kali berbuat mesum, lama-lama Kodri tahu. Saat keduanya kencan di rumah kos-kosan , Kodri itu menggerebeknya. Keduanya baru saja menyelesaikan ronde kedua tanpa partai tambahan. Dalam pemeriksaan polisi Atikah mengakui, baru 3-4 kali berhubungan intim bersama pemuda bekas tetangga itu.

Tiga empat kali, atau tiga puluh empat kali? (JPNN/Gunarso TS)