Friday, 23 August 2019

Deputi Bakamla Jadi Tersangka Kasus Suap Rp2 Miliar

Kamis, 15 Desember 2016 — 14:25 WIB
Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Badan Keamanan Kelautan (Bakamla) Eko Susilo Hadi memakai rompi tahanan, usai menjalani pemeriksaan penyidik di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2016).(rihadin)

Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Badan Keamanan Kelautan (Bakamla) Eko Susilo Hadi memakai rompi tahanan, usai menjalani pemeriksaan penyidik di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2016).(rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Badan Keamanan Kelautan (Bakamla), Eko Susilo Hadi, menjadi tersangka kasus korupsi. Ia disangka menerima yabf Rp2 miliar terkait pengadaan satelit monitoring di Bakamla.

Ketua KPK, Agus Rahadjo, dalam keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, mengatakan pemeriksan telah dilakukan penyidik 1 x 24 jam. Kemudian dilanjutkan degnan gelar perkara.

“KPK meningkatkan status penanganan perkaranya ke penyidikan sejalan penetapan empat tersangka,” ujarnya. Ia menyebut keempatnya adalah HST, MAO, FD (Direktur PT MTI) dan ESH.

Menurutnya, pada Rabu (14/12/2016) telah dilakukan Operasi Tangkap Tangan di dua tempat berbeda. HST dan MAO ditangkap di parkiran kantor Bakamla di Jakarta Pusat sekira pukul 12:30 setelah keduanya menyerahkan uang ke Eko.

(Baca: Kepala Bakamla RI Akui Bawahannya Ditangkap KPK)

ESH kemudian diamankan di ruang kerjanya. “Termasuk uang Rp2 miuliar dalam mata uang dolar Amerika dan dolar Singapura,” jelasnya. Selanjutnya, DSR ditangkap di PT PMI di Jakarta Pusat.

Eko dijerat dengan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedang HST, MAO dan FD disangka melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (yendhi/yp)