Wednesday, 25 April 2018

Oleh Pelukis Ini Ahok Disamakan dengan Hanoman

Kamis, 15 Desember 2016 — 2:39 WIB
Eko Bandoyo menunjukkan gambar wayang kepada Ahok (ikbal)

Eko Bandoyo menunjukkan gambar wayang kepada Ahok (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Eko Bandoyo naik ke panggung menemui calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Rumah Lembang, jakarta. Ada gulungan kertas kanvas di tangan Eko . Usai bersalaman, ia pun membuka gulungan kertas yang ternyata berisi lukisan wayang dengan beberapa tokoh .

Eko membawa lukisannya bukan tanpa alasan. Ia ingin memberikan dukungan dengan lukisan tersebut. Ada empat tokoh di dalam lukisan yang dibawa Eko. Tokoh pewayangan tersebut adalah Krisna, Hanoman, Pandita Durna dan Sengkuni.

Pria yang mengenakan topi tersebut lantas mengurai sifat satu per satu tokoh tersebut. Eko mengibaratkan, Ahok adalah Hanoman yang mempunyai sifat paling jujur meski buruk rupa.

“Saya ibaratkan Pak Ahok adalah Hanoman. Kethek putih. Meskipun perwujudannya, maaf, kera, tapi dia tokoh pewayangan paling jujur. Sangat jujur ” ujarnya di Rumah Lembang, Jalan Lembang No 27, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2016).

Sedangkan Kresna yang digambarkan tokoh dengan perawakan kurus dan hitam serta matanya tertutup kain, adalah persamaan dari Presiden Joko Widodo.

“Nah kalau Kresna, yang kurus hitam digambarkan pemimpin kita. Saya lukiskan matanya tertutup. Meskipun matanya tertutup, Kresna berjalan dengan mata hatinya,” urai Eko.

Menurutnya tokoh Kresna dan Hanoman sangat berkaitan jika diibaratkan sebagai Jokowi dan Ahok. Mereka saling menyeimbangkan dalam memberantas koruptor yang digambarkan seekor tikus.

“Jakarta merupakan barometer Indonesia. Jakarta harus bagus, harus jadi penyeimbangan Kresna. Hanoman yang memimpin Jakarta. Sedangkan kekacauan negara, dilukiskan dengan tikus, babi dan rayap,” jelasnya.

Tapi menurut Eko, Hanoman dan Kresna akan berhadapan dengan tokoh antagonis yakni Pandita Durna dan Sengkuni. Keduanya memiliki sifat yang licik. Durna digambarkan Eko sebagai tokoh spritualis yang merusak Pancasila. Sedangkan Sengkuni dilukiskan tokoh yang sok nasionalis, yang bertepuktangan saat terjadi kekacauan.

Ahok sempat menanyakan siapakah sosok Pandito Durna dan Sengkuni di dunia nyata. Kemudian keduanya berbisik dibalik lukisan tersebut.

Saat ditanya apa yang dikatakannya, Eko hanya menjawab hanya dia dan Ahok yang tahu.

” Pak Ahok bertanya, siapa Durna dan Sengkuni. Kemudian saya berbisik. Yang tahu hanya kita berdua,” katanya tersenyum.

Eko menuturkan lukisan yangvia buat tidak lebih sebulan itu berawal dari kegelisahannya melihat situasi politik Indonesia. Ia berencana akan melelang setelah mendapatkan tanda tangan dari presiden Jokowi. Hasilanya ia akan sumbangkan seluruhnya.

“Ini saya buat tahun 2011. Saya sumbangkan untuk negeri ini, setelah mendapatkan tanda tangan Kresna. Gak tau berapa nilanya, mungkin bisa ratusan (juta),” pungkas Eko. (ikbal)

  • endun

    Huahhahahahahaha…….