Monday, 11 December 2017

Elektabilitas Naik karena Minta Maaf, Ahok: Bisa Saja

Jumat, 16 Desember 2016 — 20:47 WIB
Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama

Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama

JAKARTA  (Pos Kota) – Elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja- Djarot Saiful Hidayat  (Ahok-Djarot)  sedikit mengalami kenaikan dibandingkan dengan November 2016.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei 3-11 Desember 2016, elektabilitas Ahok-Djarot menempati posisi pertama dengan 31,8 persen.

Pada November tingkat keterpilihan Ahok-Djarot hanya 26,2 persen dan menempati posisi ke dua. Direktur LSI, Dodi Ambardi, menyatakan peningkatan tersebut terkait perubahan sikap Ahok yang berulang kali menyampaikan permohonan maaf terkait tuduhan penistaan agama.

Menanggapi hasil survei LSI, Ahok tidak memungkiri jika perubahan sikapnya dapat mengerek kembali tingkat elektabilitas. “Ya bisa saja. Yang penting saya kira memang warga DKI, secara umum bangsa, kita bangsa pemaaf. Kecuali oang tertentu yang ga bisa memaafkan. Bangsa kita itu kan bangsa yang bertuhan,” ungkap Aho di Rumah Lembang, Jalan Lembang No 27, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016).

Pada Kamis (15/13/2016) LSI merilis hasil survei dengan 800 responden. Hasilnya, 31,8 persen memilih pasangan Ahok-Djarot. Sedangkan  pasangan Agus-Sylvi dipilih 26,5 persen responden, dan Anies-Sandi mendapat dukungan 23,9 persen. (ikbal/win)