Tuesday, 12 December 2017

Elektabilitas Ahok Tertinggi, Tapi Warga Mau Gubernur Baru

Minggu, 18 Desember 2016 — 22:03 WIB
spin

JAKARTA (Pos Kota) –Elektabilitas pasangan calon gubernur Basuki Tajaja Purnama dan walil gubernur Djarot Saiful Hidayat masih unggul dibandingkan dua pasangan calon lain. Berdasarkan survei Lembaha Survei dan Poling Indonesia (SPIN), pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi akan melaju di putaran II Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut Direktur SPIN, Igor Dirgantara, dalam survei yang dilakukan 5-14 Desember itu, elektabilitas nomor urut 2, Ahok-Djarot masih unggul dibanding dua pasang calon lainnya. Ahok-Djarot unggul 31 persen, diikuti pasangan nomor urut 3, Anies-Sandi 27 persen, dan, Agus-Sylvi 23 persen.

“Berdasarkan hasil survei, sampai saat ini, dukungan kepada tiga pasangan calon yang berkompetisi di Pilkada DKI Jakarta 2017 masih cair dan cenderung masih bisa berubah,” kata Direktur SPIN, Igor Dirgantara, Minggu (18/12). Warga yang belum menentukan pilihan sebesar 19 persen.

Meski elektabilitasnya tetap tertinggi, kata Igor, tingkat akseptabilitas terhadap Ahok cenderung menurun. Namun, publik DKI Jakarta masih melihat Ahok sebagai figur yang paling memahami masalah DKI Jakarta sehingga mendapat dukungan 73 persen, Anies 40 persen dan Agus 33 persen.

Sosok Anies, kata Igor, dilihat sebagai sosok yang lebih punya perhatian terhadap warga DKI Jakarta dengan angka 57 persen dibanding Ahok yang berada di angka 52 persen dan Agus hanya 47 persen. Anies juga dianggap mewakili semua lapisan penduduk Jakarta (52 persen), ketimbang Ahok (41 persen) dan Agus (39 persen).

Kepantasan Ahok menjadi gubernur DKI lagi prosentasenya hanya 30 persen. Sedangkan yang menginginkan sosok gubernur baru mencapai 55 persen. Baik Anies maupun Agus punya kesempatan untuk jadi gubernur DKI. Anies dianggap lebih berpengalaman dibandingkan Agus yang dianggap minim pengalaman. Survei ini melibatkan 773 responden dengan teknik multistage random sampling dengan margin erornya 3,5 persen. (joko/us)