Friday, 18 August 2017

Etnis Tionghoa dan Warga Non Muslim Hampir 100% Dukung Ahok

Minggu, 18 Desember 2016 — 22:50 WIB
Direktur Spin, Igor Dirgantara saat merilis hasil survei. (joko)

Direktur Spin, Igor Dirgantara saat merilis hasil survei. (joko)

JAKARTA (Pos Kota) –Hampir seluruh etnis Tionghoa dan warga non muslim di Jakarta dipastikan akan memilih pasangan calon gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Survei dan Poling Indonesia (SPIN).

Menurut hasil survei SPIN, etnis Tionghoa di Jakarta 8 persen dari penduduk Jakarta. Dari jumlha itu 90 persen mendukung Ahok dan Djarot. Hanya 4 persen yang mendukung pasangan Anies-Sandi dan 1 persen mendukung Agus Sylvi. Dari jumulah itu masih ada 6 persen yang belum menentukan pilihan.

“Untuk etnis Jawa yang ada sebesar 38 persen dari penduduk Jakarta, yang memilih Anies-Sandi 23 persen, Ahok-Djarot 22 persen dan Agus-Sylvi 20 persen. Masih 34 persen yang belum tentukan pilihan,” kata Direktur SPIN, Igor Dirgantara, Minggu (18/12). Survei melibatkan 773 responden dan dilakukan pada 5-14 Desember.

Sedangkan etnis Betawi yang berjumlah 34 persen dari masyarakat Jakarta, 29 persen akan pilih Anies-Sandi, memilih Agus-Sylvi 27 persen dan Ahok-Djarot 12 persen dengan jumlah yang belum menentukan pilihan 31 persen.

Untuk Etnis Sunda yang ada di Jakarta, kata Igor, ada sebesar 14 persen dari penduduk Ibukota. Mereka akan memilih Agus-Sylvi sebanyak 29 persen, memilih Anies-Sandi 21 persen dan Ahok-Djarot 16 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan masih 34 persen.

Dari segmen agama, umat Kristiani yang jumlahnya 9 persenakan memilih pasangan Ahok-Djarot 94 persen, memilih Agus-Sylvi 4 persen dan memilih Anies-Sandi nihil (0 persen) dan hanya 2 persen yang belum menentukan pilihan.

Survei juga menanyakan mengenai kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok. Sebanyak 48 persen masyarakat Jakarta mengetahui kasus tersebut. Meski begitu masih ada sebanyak 27 persen tetap akan mendukung ahok, dan 51 persen tidak mendukung.

Survei dilakukan dengan responden 773, dengan teknik multistage random sampling. Margin of error 3,5% dan tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan melalui tatap muka langsung dengan bantuan kuisioner. Uji kualitas dilakukan melalui spot check dengan mengambil 20 % dari total sample. (Joko/us)