Sunday, 16 June 2019

Anies Apresiasi Bawaslu Merespon Laporan Pelanggaran Tim Ahok-Djarot

Senin, 19 Desember 2016 — 16:09 WIB
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan. (julian)

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan. (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno (Anies-Sandi) mengapresiasi sikap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta yang merespon laporan pihaknya terkait dugaan pelanggaran kampanye oleh tim Ahok-Djarot.

“Kami apresiasi sikap Bawaslu yang responsif atas laporan kami tentang dugaan pelanggaran kampanye,” kata Wakil Ketua Bidang Advokasi Tim Pemenangan Anies-Sandi, Yupen Hadi, melalui pesan singkat, Senin (19/12/2016).

Tim Advokasi Anies-Sandi sebelumnya datang ke kantor Bawaslu DKI, Jumat (16/12/2016), untuk melaporkan pemasangan iklan kegiatan Ahok-Djarot di sebuah harian ibukota. Iklan itu berisi undangan zikir akbar di GOR Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (18/12/2016), dan menampilkan wajah paslon nomor urut 2.

Yupen berpendapat, iklan itu diduga melanggar Pasal 5 ayat (3) huruf d Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 12/2016 tentang Kampanye Pilkada.

“Di situ dijelaskan, bahwa iklan di media massa cetak dan/atau media massa elektronik, difasilitasi KPU sebagai instansi resmi,” katanya.

“Pasal 68 ayat (3) juga patut diduga dilanggar, karena parpol atau gabungannya, paslon, dan/atau tim sukses dilarang memasang iklan kampanye di media massa cetak dan elektronik,” sambungnya seraya menambahkan, durasi iklan kampanye maupun jumlah penayangannya juga ditentukan oleh KPU, sebagaimana bunyi Pasal 32 ayat (2).

Timses Anies-Sandi lantas berharap, Bawaslu dapat bekerja maksimal dalam menindaklanjuti laporannya dan menjatuhkan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sanksinya, berdasarkan PKPU 12/2016, bervariatif. Mulai dari peringatan tertulis hingga pembatalan paslon,” ungkapnya. Ini diatur dalam Pasal 73 ayat (1) huruf a dan b serta ayat (2).

Tim Advokasi Anies-Sandi sendiri telah menemui Bawaslu DKI terkait pemanggilan saksi serta dihadiri Panitia Pengawas (Panwas) se-ibukota kecuali Panwas Kepulauan Seribu, aparat kepolisian, dan kejaksaan, beberapa saat lalu.

Dalam waktu dekat, Bawaslu akan memanggil terlapor, paslon nomor urut 2 dan penanggungjawab koran The Jak. “Itu pengakuan Pak M Jufri (Komisioner Bawaslu DKI Bidang Penindakan, red) tadi,” tuntas Yupen. (julian/yp)