Saturday, 19 August 2017

Demian Dematra Bagikan penghargaan di Festival Film International & World Tolerance Awards

Senin, 19 Desember 2016 — 11:35 WIB
Damien Dematra. (Instagram@damiendematra)

Damien Dematra. (Instagram@damiendematra)

JAKARTA (Pos Kota) – Sutradara dan penulis novel Damien Dematra, menutup rangkaian Festival Film International & World Tolerance Awards, dengan memberikan penghargaan kepada artis, seniman dan wartawan yang peduli pada toleransi.

Dari kalangan artis dan produser terpilih Roro Fitria dan Erna Santoso mendapat penghargaan toleransi. Sedang dari kalangan wartawan terpilih Frederick Ndolu. Sedang dari kalangan sutradara, Damien selaku Directur Festival Film International, mendapuk sutradara Cheryl Halpern asal Amerika Serikat sebagai ‘Toleransi Woman Of The Year 2016’ dan di kalangan seniman, Lucia Barata asal Brasil dinobatkan menjadi ‘Star Of Tolerance 2016’.

“Kita mengambil momen hari toleransi sedunia sebagai salah satu penyuluhan tentang pentingnya toleransi setelah pertengahan November lalu juga sudah digelar di Bali,” terang Damien yang juga penggagas dan koordinator nasional Gerakan Peduli Pluralisme yang dicetuskan pada Februari 2010 lampau untuk memberi apresiasi terhadap perjuangan pluralisme Buya Ahmad Syafii Maarif dan Gus Dur.

Selain sutradara dan novelis, Damien juga adalah penulis skenario, produser, pelukis dan fotografer internasional. Sedikitnya ada 62 novel yang sudah dirilis Damien, baik dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, 57 skenario film dan serial TV, juga memproduksi 28 film berbagai genre. Salah satu film yang mengangkat namanya adalah ‘Obama Anak Menteng’ mengangkat cerita mantan Presiden Amerika Serikat yang pernah tinggal di Indonesia.

Selaku fotografer, Damien pernah memperoleh gelar tertinggi, yaitu Fellowship di bidang Potraiture dan Art Photography dari Master Photographer Association. Penghargaan internasional pun disabetnya, seperti ‘Master Photographer of the Year’.

Sedang di dunia lukis, tak tanggung-tanggung, Damien pernah menghasilkan 365 karya lukis yang diselesaikan dalam kurun waktu 1 tahun.

Sebagai penulis, Damien pun tak perlu lagi diragukan kemampuannya, dengan sejumlah novel yang pernah ditulisnya, seperti ‘Yogyakarta’,’ Obama dari Asisi’, ‘Si Anak Panah’, ‘Ketika Aku Menyentuh Awan’, ‘Obama Anak Menteng’, ‘Si Anak Kampoeng’ (sebuah novel yang diangkat berdasarkan kisah nyata Buya Syafii Maarif).

Karya lainnya adalah ‘Sejuta Doa untuk Gus Du’r, ‘Sejuta Hati untuk Gus Dur’, ‘Ternyata Aku Sudah Islam’ (novel yang terinspirasi kisah nyata grup musik Debu), ‘Demi Allah’, ‘Aku Jadi Teroris’, ‘Tuhan’, ‘Jangan Pisahkan Kami’, ‘Soulmate-Belahan Jiwa’, ‘Angels of Death-Kumpulan Kisah Malaikat Maut’, ‘If Only I Could Hear-Kisah Suara Hati’.

Damien menciptakan rekor dunia melukis tercepat, yang dilakukan di depan Jaya Suprana, pimpinan Musium Rekor Indonesia (MURI) dan disaksikan puluhan media massa nasional dan international.(ali/mb)