Monday, 24 September 2018

Sekjen KSPI Hari Ini Dipanggil Polda Jadi Saksi Dugaan Makar

Senin, 19 Desember 2016 — 12:44 WIB
Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya

JAKARTA (Pos Kota) – Penyidik Sub Direktorat Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya hari ini Senin, (19/12/2016), menjadwalkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Konferensi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Muhamad Rusdi, untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan perencanaan makar.

Rusdi mengaku tidak pernah terlibat dalam aksi perencanaan makar. Sebagai pemimpin KSPI dirinya hanya fokus pada perjuangan buruh yakni agar dicabut Peraturan Pemerintah (PP) 78 Tahun 2015 dan kenaikan upah minimum sebesar 15 sampai 20 persen. “Perjuangan buruh bukan makar,” ujar Rusdi dalam keterangan tertulisnya, Senin, (19/12/2016).

Meskipun begitu, Rusdi menjelaskan jika dirinya tidak mengetahui dipanggil sebagai saksi atas kasus makar tersangka yang mana. Pasalnya, dalam surat panggilan yang bernomor S.Pgl/22868-XII/2016/ Ditreskrimum tersebut hanya disebutkan diperiksa sebagai saksi dalam perkara tindak pidana kejahatan terhadap kemanan negara atau makar yang terjadi pada tanggal 1 Desember 2016 di Jakarta.

Rusdi menjelaskan jika pada tanggal 1 Desember dirinya bersama Direskrimum Polda Metro Jaya ke Mahkamah Agung menanyakan perihal judicial review PP 78/2015.

Dan malam tanggal 1 Desember (tanggal 30 November), dia dan beberapa petinggi KSPI bertemu dengan Kapolda Metro Jaya untuk membicarakan perihal aksi 2 Desember. “Jadi tidak ada agenda makar yang saya lakukan pada tanggal 1 Desember 2016),” katanya.

Membenarkan pernyataan Rusdi, Presiden KSPI Said Iqbal juga menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam makar, tidak pernah berfikir untuk makar, dan tidak bisa diajak-ajak untuk makar. “Aksi buruh pada tanggal 2 Desember adalah murni aksi buruh,” tegas Said. (Yendhi/win)