Monday, 16 September 2019

Wapres Jusuf Kalla Buka Kegiatan Profesor Pulang ke Indonesia

Senin, 19 Desember 2016 — 17:13 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (reuters)

Wakil Presiden Jusuf Kalla (reuters)

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 45 diaspora profesor akan pulang kampus selama sepekan ke depan. Mereka akan mengunjungi kampus-kampus di Indonesia untuk berbagi ilmu pengetahuan,  memberikan spirit atau energi bagi kampus, mengajarkan tentang riset dan mendorong dosen lakukan publikasi ilmiah di jurnal internasional lebih banyak lagi.

Kegiatan bertajuk visiting world class proffesor 2016 tersebut dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla (JK). Puluhan perguruan tinggi mengajukan diri untuk mendapatkan kunjungan para profesor asal Indonesia yang kini berkiprah didunia internasional diberbagai negara tersebut. Tetapi karena keterbatasan waktu, kegiatan kunjungan ke kampus hanya dibatasi selama sepekan.

Wapres JK mengatakan bahwa ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang luar biasa cepat. Disinilah peran perguruan tinggi amat penting untuk segera melakukan penyesuaian diri dengan semua perkembangan yang ada.

“Kalau kita tidak mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi tentu kita akan ketinggalan, atau mungkin hanya mengikuti jejak orang lain,” kata JK.

Menurutnya perguruan tinggi di Indonesia harus memacu diri untuk terus meningkatkan mutu kualitas menjadi universitas kelas dunia. Kerjasama dan berbagai MoU dengan sejumlah negara asing, perguruan tinggi asing harus hendaknya tidak sekedar perjanjian diatas kertas. Tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan dan suasana kampus sehari-hari.

Sementara itu Menristek Dikti M Nasir mengatakan bahwa riset menjadi salah satu indikator maju tidaknya pendidikan tinggi. Karena itu dengan berbagai regulasi pihaknya mendorong agar dosen terpacu untuk melakukan riset dan publikasi pada jurnal internasional.

Diakui dalam hal publikasi pada jurnal ilmiah internasional, Kemenristek Dikti mampu melampaui target. Dari 5000 judul publikasi pada 2015, ternyata hingga awal Desember 2016 sudah mencapai 9012 publikasi ilmiah di jurnal internasional. “Kita mengalami lompatan yang luar biasa. Ini sangat menggembirakan,” jelas Nasir.

Ia berharap kehadiran para profesor dunia dari berbagai disiplin ilmu tersebut bisa meningkatkan semangat dan kinerja para dosen dalam negeri untuk lebih aktif melakukan publikasi jurnal internasional. (faisal/win)