Saturday, 20 July 2019

Cinta Kepada Rupiah Sering Bertepuk Sebelah Tangan

Selasa, 20 Desember 2016 — 6:43 WIB
rupiah

TANPA diperintahkan Presiden Jokowi pun, seluruh elemen bangsa sangat mencintai rupiah. Cuma bagi rakyat kecil kebanyakan, cintanya akan rupiah sering bertepuk sebelah tangan. Di sini cinta setengah mati, sononya datang hanya sedikit, dan hanya numpang lewat saja. Beginilah rasanya, “patah hati” ditinggal rupiah.

Ketika meresmikan peluncuran uang seri pahlawan nasional, Presiden Jokowi kemarin mengingatkan, supaya kita semua mencintai rupiah. Jangan menciptakan gosip gosip aneh tentang rupiah, sehingga bisa bikin nilai merosot. “Menghina rupiah sama saja menghina Indonesia,” kata Presiden.

Cinta akan rupiah itu sudah menjadi hal yang universal. Sejak balita pun anak-anak sudah cinta rupiah. Dia bisa merengek minta uang ketika penjual jajanan lewat. Nah, setelah dewasa cintanya akan rupiah semakin menjadi. Saking cinta abis sama rupiah, ketika menjadi pejabat dan politisi, banyak berani korupsi sampai kemudian diudak-udak KPK atau Kejaksaan.

Berapa banyak pejabat dan politisi masuk penjara karena tergila-gila dan maniak akan rupiah. Hukum bisa bengkok juga karena oknum-oknum penegak hukumnya kelewat cinta setengah mati pada rupiah. Sebab dengan kecintaannya akan rupiah dan kemudian bisa koleksi banyak rupiah, akan bisa memiliki rumah bagus, mobil mewah, istri cantik, bahkan kadang sampai 4.

Bagaimana dengan rakyat kecil? Cintanya akan rupiah dipastikan tidak diragukan lagi. Tapi kebanyakan rupiahnya itu sendiri kurang menanggapi, alias bertepuk sebelah tangan. Rupiah yang datang menemani hanya sedikit, bahkan kebanyakan hanya numpang lewat. Sudah datangnya “diajeng rupiah” lewat bulan, sempat singgah di kantong paling betah hanya seminggu. Begitulah manusia, badan kurus kering, muka pucat, karena selalu ditinggal rupiah. – gunarso ts