Wednesday, 19 September 2018

Gaduh Soal Fatwa, Kapolri dan Ketua MUI Bertemu

Selasa, 20 Desember 2016 — 21:01 WIB
tito mui

JAKARTA (Pos Kota) –Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu menyusul kegaduhan soal Fatwa MUI terkait larangan mengenakan atribut natal bagi kaum muslim dan komentar Kapolri yang menyebut Fatwa MUI bukan hukum positif.

Pertemuan digelar di rumah dinas Kapolri Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (20/12/2016) sejak pukul 18.30 WIB hingga pukul 19.45 WIB. Usai pertemuan, Tito menegaskan akan membubarkan ormas yang melakukan sosialisasi fatwa dengan kekerasan.

“Anggota Polri dapat menerapkan peringatan untuk pembubaran tiga kali. Atas nama undang-undang agar membubarkan diri, kalau tidak membubarkan diri, akan dibubarkan paksa. Kalau sampai melawan ancamannya 7 tahun,” kata Tito di depan Ketua MUI.

Meski begitu, Tito menyambut baik fatwa yang dikeluarkan MUI. Untuk pengawasannya, Tito meminta agar MUI di daerah bekerja sama dengan seluruh stakeholder. “Oleh karena itu bagi Polri, fatwa MUI ini dihargai. Namun bukan produk hukum positif,” ungkapnya.

“Saya minta rekan-rekan kepolisian proaktif menghubungi majelis ulama di tempat masing-masing. Biar memahami isi daripada fatwa MUI yang menurut MUI dianggap haram dan bagaimana sanksinya,” sambungnya.

Ketua MUI Ma’aruf Amin menegaskan agar tidak terjadi lagi sweeping apalagi kekerasan atau paksaan. “MUI tidak membenarkan adanya sweeping dari pihak tertentu. Kami meminta agar sweeping dihentikan,” ujarnya.(*)