Sunday, 22 September 2019

Pembangunan Infrastruktur Butuh Insinyur Lebih Banyak Lagi

Rabu, 21 Desember 2016 — 9:23 WIB
Diskusi Meningkatkan Sumber daya Iptek untuk Mendukung Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan. (Ist)

Diskusi Meningkatkan Sumber daya Iptek untuk Mendukung Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan. (Ist)

JAKARTA (Pos Kota)- Gencarnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah memerlukan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang memadai, satu diantaranya adalah insinyur. Tetapi sayang jumlah insinyur di Indonesia masih sangat kurang.

Data menunjukkan saat ini Indonesia hanya memiliki 3.690 orang insinyur. Artinya setiap 1000 penduduk hanya ada 3 orang insinyur. Bandingkan dengan Singapura yang mencapai 28 orang per 1000 penduduk.

“Itupun hampir separuhnya bekerja pada bidang yang tidak berkaitan dengan keahlian insinyurnya seperti kerja di bank, menjadi wartawan, menjadi politisi, dan lainnya,” kata Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Hermanto Dardak pada sikusi bertema Meningkatkan Sumber daya Iptek untuk Mendukung Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan.

Padahal kata Hermanto, pembangunan infrastruktur di Indonesia membutuhkan dukungan keahlian para insinyur ini. Tanpa dukungan ketersediaan insinyur yang memadai maka Indonesia akan kesulitan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

Sementara itu Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristek Dikti Ali Ghufron Mukti menjelaskan saat ini jumlah mahasiswa teknik di Indonesia hanya 16,1 persen dari total seluruh mahasiswa yang ada. Jumlah ini sangat jauh jika dibandingkan dengan mahasiswa ilmu sosial yang mencapai 50,7 persen.

Dengan situasi seperti ini Ali Ghufron memperkirakan pada 2019 Indonesia hanya akan memiliki 20 ribu insinyur dari 96 ribu yang dibutuhkan.
Karenanya perlu berbagai terobosan untuk meningkatkan SDM dalam bidang keinsinyuran ini guna mendukung program percepatan pembangunan infrastruktur.

“Ada 15 bidang insinyur mulai dari tehnik sipil, planologi, geodesi, arsitektur dan lainnya,” tandas Ali.

(faisal/sir)