Tuesday, 17 January 2017

Kaca Film Transparan Belum Bisa Diterapkan

Kamis, 22 Desember 2016 — 7:57 WIB
Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

PENGGUNAAN kaca film transparan untuk mobil, masih belum bisa diterapkan di Indonesia. Wakil Presiden Direktur PT V-Kool Indo Lestari, Linda Widjaja mengungkapkan, meski sudah ada peraturan kaca film maksimal 60 persen, tapi peraturan ini masih belum berjalan sebagaimana mestinya.

“Di Indonesia masih banyak wanita karir yang bawa mobil sendiri, eksekutif muda, wanita-wanita muda mereka minta yang hitam yang gelap, ini untuk keselamatan pengendara,” kata Linda.

Menurut Linda, harus ada studi lebih lanjut terkait kaca film. Misalnya pengkajian dari sisi manfaat dan angka kriminal di Indonesia. Untuk itu harus dilakukan polling lebih dulu untuk tahu pro dan kontra soal aturan penggunaan kaca transparan.

“Dari polling tersebut bisa diketahui mana yang terbesar, apa yang suka kaca transparan atau kaca gelap. Karena wanita yang mengemudi sendiri banyak yang takut menggunakan kaca transparan, apalagi saat berkendara malam-malam,” tuturnya.

Namun jika nantinya kaca film mobil harus benar-benar transparan, perusahaannya siap karena telah memiliki produknya. “Kita lebih bergembira, berarti kita punya aparat bagus. Sudah menjaga warganya, sehingga bisa menyetir sendiri dengan aman dan nyaman. Saat ini kami sudah memiliki produk VK 70 yang transparan banget, yang cahayanya tampak 80 persen,” ujar Linda.

Tentang produknya, Linda mengklaim, kaca film merek V-Kool ramah lingkungan. Dengan menggunakan kaca film suhu kabin akan turun 2-3 derajat sehingga mengurangi penggunaan AC. Selain bisa menghemat BBM, dengan memasang kaca film ini, emisi gas buang yang dihasilkan sedikit bisa menyelamatkan 11 pohon pertahunnya.

Pengendara yang memakai produk kaca V-Kool, lanjutnya, sudah mengurangi 132 kgm CO2, per tahun per mobil (yang menggunakan kaca film V-Kool), karena paroduk ini benar-benar ramah lingkungan.

“Dan kalau dikalkulasi lagi sama ilmuwan, ini 132 kgm CO2 per tahun per mobil V-Kool sama saja menyelamatkan 11 pohon per tahun kalau tidak salah. Kita sekarang berlomba-lomba menanam pohon, padahal kita bisa lakukan sendiri dan nyaman di dalam mobil,” pungkas Linda. (tri)

Terbaru

gitar
Rabu, 18/01/2017 — 5:55 WIB
Yang Muda yang Berpenyakit?
qlue
Rabu, 18/01/2017 — 5:45 WIB
Aplikasi Qlue Dihapus RW Boleh Sumringah
Rabu, 18/01/2017 — 5:36 WIB
Menteri Diminta ‘Santun’