Friday, 20 September 2019

PT Jakpro Kebut Tiga Proyek Asian Games 2018

Kamis, 22 Desember 2016 — 16:03 WIB
Pekerjaan velodrome di Rawamangun, baru tahan penutupan pondasi. (Joko)

Pekerjaan velodrome di Rawamangun, baru tahan penutupan pondasi. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Tiga proyek penugasan Pemprov DKI Jakarta terus dikebut oleh BUMD PT Jakpro.  Tiga proyek itu adalah sarana transportasi massal LRT, velodrome Rawamangun, dan equestrian Pulo Mas, untuk fasiltas Asian Games 2018. Semua harus selesai segelum gelaran itu.

“Semuanya kita kerjakan dan harus selesai sesuai target,” ujar Dirut PT Jakpro, Satya Heragandi saat beramah-tamah dengan wartawan di kantornya, Thamrin City, Tanah Abang, Jakpus Kamis (22/12).

Ketiga proyek penugasan tersebut adalah velodrome di Rawamangun, equestrian di Pulomas, dan moda transportasi massal LRT di Jakarta. Pada kesempatan ini direksi PT Jakpro juga mengajak wartawan untuk melihat langsung kegiatan pembangunan velodrome. “Saat ini pekerjaannya baru mencapai sembilan persen dari target,” tambah Satya didampingi direktur proyek Jakarta International Velodrome  Dharmananda Lukito dan Iwan.

Saat ini pekerjaan velodrome atau sirkuit balap sepeda baru melakukan penutupan pondasi. Namun kami yakin bahwa proyek yang akan kami kerjakan selama 26 bulan akan selesai pada Juni 2018. “Kami optimis, velodrome dan equestrian sudah bisa digunakan dua bulan sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta pada bulan Agustus 2018,” papar Satya.

Untuk ketiga proyek tadi membutuhkan anggaran yang sangat besar, mengingat satu proyek LRT saja anggarannya berkisar Rp 5,2 triliun. Tiga proyek tersebut merupakan tugas wajib dari Pemprov DKI dalam rangka menyambut pelaksanaan pesta olahraga tingkat Asia. “Adapun tahun ini, Pemprov DKI memberikan suntikan dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp 1 triliun. “Dana itu akan kami gunakan pada semester 1 tahun 2017 dan tambahan Rp 1,95 triliun pada kegiatan semester 2,” paparnya.

Dharmanda menambahkan velodrome tersebut dikerjakan oleh sekitar 80 orang saja. “Velodrome ini berkapasitas sekitar 3 ribu penonton dan dilengkapi gedung serba guna yang bisa dimanfaatkan untuk pertemuan maupun pesta perkawinan,” tambahnya. (Joko/win)