Wednesday, 17 July 2019

Sindikat Penipu Sebarkan ‘Surat Berharga’ Digulung

Kamis, 22 Desember 2016 — 18:38 WIB
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Robert Dedeo didampingi Kasat Reskrim AKP Dedi menunjukkan barang bukti dari komplotan penipuan tebar amplop berharga. (ilham)

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Robert Dedeo didampingi Kasat Reskrim AKP Dedi menunjukkan barang bukti dari komplotan penipuan tebar amplop berharga. (ilham)

JAKARTA (Pos Kota) – Sindikat penipu dengan menebar surat berharga palsu di tempat umum hingga Terminal Bandar Udara, dibongkar Tim Resmob Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Empat pelaku, BSF, M, A, dan MT dibekuk terpisah di daerah Halim Perdana Kusuma, Tangerang dan Bogor Jawa Barat.

Dari kawanan ini disita uang tunai, laptop, printer, mesin potong kertas, satu bundel kertas cek bank Panin fiktif Rp 4,5 Miliar, lima pak amplop dengan tulisan Logo Penting, 15 handphone, 19 kartu ATM, dan 10 buku tabungan.

Dalam aksinya kawanan ini sengaja meninggalkan surat berharga palsu dibungkus amplop seperti surat tanah, cek bank hingga surat ijin usaha perdagangan (SIUP). Kemudian para pelaku mengharapkan masyarakat yang menemukan amplop tersebut menghubunginya, lalu diperdaya akan diberikan imbalan.

“Di dalam surat itu pelaku meninggalkan nomor handphonenya. Kemudian masyarakat yang menghubungi nomor tersebut terjebak karena dijanjikan diberi uang terimakasih dan selanjutnya korban dituntun ke mesin ATM dan terjebak menyetor uang ke rekening pelaku,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Robert Dedeo, Kamis (23/12).

Dikatakan, dalam melakukan aksinya, pelaku selalu menyasar sejumlah area publik seperti perkantoran pemerintahan, terminal, ATM dan menyasar korbannya secara acak (random) dengan mencantumkan nomor handphone agar bisa menghubungi para pelaku.

Untuk menarik perhatian calon korbannya, komplotan ini menuliskan perusahaan PT Surya Wira Agrah berdomisili di Bontang-Kalimantan Timur yang berisi sejumlah dokumen berharga seperti cek senilai Rp 4,5 miliar, Surat Keterangan Tanah, dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

“Setelah pelaku menjatuhkan dokumennya, korban yang menemukan kemudian menghubungi nomor telepon yang tertera untuk mengembalikan dokumennya via pos dan akan diberikan imbalan,” jelas Robert, Kamis (22/12) sore di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Mendapat laporan dari salah satu korban, RH, 42, dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Dedi melakukan penyelidikan. Pengejaran terhadap pelaku membuahkan hasil. Tersangka BSF diringkus di parkiran mobil Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur Senin (19/12) lalu.

Kemudian dibekuk M dan A yang berperan sebagai pemimpin dan menelepon korban dengan mengarahkan korban untuk melakukan transaksi ATM pada Selasa (20/12) di Cilebut Bogor.

Dihari yang sama juga diciduk MT di Kampung Cimanggu Bogor. Ia ditangkap karena sudah menyiapkan dokumen palsu seperti cek bank, surat tanah, dan SIUP.

“Kami imbau kepada masyarakat yang menemukan modus kejahatan seperti ini untuk lebih waspada dan tidak terpancing iming-iming pelaku yang hendak memperdaya korban. Bagi yang menjadi korban, silakan melapor ke pihak kepolisian,” kata Robert.

Atas tindakannya, ke-empat pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan Junto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama empat tahun. (ilham/dwi)