Tuesday, 18 September 2018

Rakernas PB PABSSI Menatap Olimpiade Tokyo

Jumat, 23 Desember 2016 — 0:34 WIB
Wakil Ketau Umum PABSSI, Djoko Pramono dan pengurus daerah Gorontalo saat penutupan Rakernas PABSSI 2016 di Jakarta.(prihandoko)

Wakil Ketau Umum PABSSI, Djoko Pramono dan pengurus daerah Gorontalo saat penutupan Rakernas PABSSI 2016 di Jakarta.(prihandoko)

JAKARTA (Pos KOta) – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB PABSSI (Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia) mengusung semangat baru menyambut tahun 2017.

Status penyumbang medali di ajang Olimpiade, masih kurang mendapat perhatian istimewa dari pemerintah, PABBSI tetap bertekad dan mengusahakan optimalisasi dari dalam diri sendiri agar target utama yakni meraih medali emas perdana dari cabang angkat besi di Olimpiade Tokyo 2020 bisa terwujud.

“Terlepas dari berbagai kendala yang menjadi tantangan PABBSI, kami yakin mampu mengoptimalisasi segala potensi, atlet maupun pendanaan induk organisasi untuk menuntaskan misi di Olimpiade Tokyo. Apapun yang sekarang kami terima dalam persiapan atlet menuju multi event, termasuk Asian Games 2018, kami akan optimalkan apa yang ada dan menunggu pemerintah menyiapkan semaksimal mungkin,” ujar Djoko Pramono, wakil ketua umum PB PABSSI saat menutup rakernas.

Hingga kini, PABBSI telah menyiapkan 10 lifter terdiri 5 putra dan 5 putri yang diproyeksikan menuju Olimpiade Tokyo 2020. Waktu persiapan yang masih panjang, sekitar tiga tahun, dan serangkaian ajang kualifikasi membutuhkan program yang benar-benar berkualitas agar misi tercapai.

Selain itu, Rakernas tersebut juga memprogramkan agar pengurus pusat dan daerah fokus pada regenerasi atlet di tiga disiplin, yakni angkat besi, angkat berat, dan binaraga. Kejuaraan level yunior yang selama ini digelar akan dimaksimalkan, coaching clinic, dan pelatihan wasit juga akan diintensifkan agar kualitas cabang ini terus meningkat.

“Ajang yunior, seperti Kejurnas Satria akan digelar dua kali dalam setahun. Selain itu, kami akan menangani pelatnas remaja dan yunior yang jika terlambat dilatih, maka angkat besi Indonesia akan makin tertinggal dengan Asia,” tambah Djokram, sapaan akrabnya.

Hal baru yang muncul dalam rakernas ini tampak ketika beberapa daerah berinisiatif menjalankan program-program pengurus pusat, seperti pelatihan wasit, coaching clinic, dan pembinaan atlet muda. “Jika daerah yang menjalankan program tersebut sukses, maka pengurus pusat akan memberikan bantuan berupa peralatan angkat besi dan berat kepada mereka. Itu bentuk apresiasi kami terhadap mereka,” lanjutnya.

Untuk tahun ini, bertepatan dengan rakernas 2016, pengda PABBSI Gorontalo dan Bengkulu mendapat bantuan barbel angkat besi putra dan putri, sedangkan barbel angkat berat diberikan kepada pengurus daerah Bali dan Sulawesi Tengah.(prohandoko)