Monday, 19 August 2019

RTRW Kawasan Setu Bakal Jadi Perumahan, Jasa dan Perdagangan

Jumat, 23 Desember 2016 — 13:30 WIB
Kegiatan penataan dan perbaikan badan jalan utama di wilayah Kec. Setu, Kota Tangsel. (anton)

Kegiatan penataan dan perbaikan badan jalan utama di wilayah Kec. Setu, Kota Tangsel. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Seluruh nama desa dan sejumlah ruas jalan utama maupun lingkungan di Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) secara bertahap mulai tahun 2017 bakal dirubah dan efektifnya tahun 2018 mendatang.

Perubahan ini sejalan dengan upaya Pemkot setempat untuk merubah kawasan strategis menjadi jasa dan perdagangan.

“Perubahan itu memang sudah ada dalama Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangsel yang dirubah melalui revisi peraturan daerah (Perda) No. 2 tahun 2011 tentang Tata Ruang,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangsel, teddy Meiyadi, Jumat (23/12/2016).
Semua nama desa yang ada di Kec. Setu bakal dirubah menjadi kelurahan, tuturnya termasuk perubahan nama jalan utama dan lingkungan serta pengalihan Jl. Raya Puspitek – Serpong termasuk pelebaran badan jalan yang ada sejalan dengan upaya menciptakan Kota Tangsel sebagai pusat pelayanan pendidikan, perdagangan dan jasa.
“Ini mengacu pada UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2013 tentang Rencana Detail Tata Ruang. Revisi ini juga termasuk kebijakan nasional yang belum tercantum kemudian adanya evaluasi peraturan Presiden nomor 54 tahun 2008,” ujarnya.

Revisi ini bertujuan untuk mewujudkan program Kota Tangsel sebagai pusat pelayanan pendidikan, perumahan, perdagangan dan juga jasa. Untuk perumahan banyak kebutuhan akan diwujudkan dengan penyediaan rumah yang memadai.

Menurut dia, kebutuhan akan perumahan harus dipenuhi terlebih wilayah Kota tangsel menjadi salah satu kota atau daerah urban yang tentunya hampir setiap saat jumlah penduduk bakal bertambah sejalan dengan perkembangan pembangunan yang ada.

Untuk mewujudkan perubahan RTRW tersebut tentunya sejumlah pasal bakal direvisi antara lain tidak ada lagi desa di Kecamatan Setu dan semuanya diganti menjadi kelurahan serta perubahan sejumlah nama jalan utama dan lingkungan serta pengalihan Jl. Raya Puspitek – Serpong – Bogor tak lagi dari satu arah saja melainkan ke beberapa wilayah jalan utama yang menuju daerah perbatasan kota.

(anton/sir)