Thursday, 13 December 2018

Pintu Gerbang Minim, Parkir Taman Irti Monas Antre Panjang

Minggu, 25 Desember 2016 — 14:18 WIB
Antrean panjang dan padat di depan pintu parkir Taman IRTI Monas. (Joko)

Antrean panjang dan padat di depan pintu parkir Taman IRTI Monas. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Pengelolaan parkir di Taman IRTI Monas kembali dikeluhkan para pengendara. Mereka sering terjebak kemacetan parah, baik saat mau masuk maupun keluar lantaran minimnya pintu gerbang di tempat fasilitas parkir yang tiap hari melayani puluhan ribun kendaraan bermotor.

Apalagi di saat liburan Natal ini pengunjung Monas membludak sehingga antrean motor dan mobil menjelang pintu masuk mengular sampai ratusan meter. “Aduh benar-benar puyeng, cuma mau masuk parkir saja butuh waktu sampai satu jam,” keluh Suwardi di kawasan Taman IRTI Monas, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Minggu (25/12/2016).

“Pengelola parkir benar-benar gak profesional. Mengelola parkiran sebesar ini kok pintunya cuma satu,” tambah warga Menteng.

Keluhan serupa banyak dilontarkan para pengendara yang memarkir kendaraannya. “Saya menilai Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran tak mampu mengelola dengan baik. Mendingan diserahkan kepada swasta saja pasti hasilnya akan lebih bagus,” usul Alex Wijaya, anggota komunitas Pecinta Yamaha NMAX Jakarta.

Kemacetan serupa juga terjadi di pintu keluar.

Menurutnya banyak swasta yang bersedia mengelola dengan sistem bagi hasil. “Sebab, kendaraan yang parkir tiap hari mencapai puluhan ribu unit, baik dari kalangan pegawai Pemprov DKI maupun masyarakat umum. Tarif parkir pun juga mahal yakni tiap untuk mobil Rp4 ribu/jam, motor Rp2 ribu,” tambahnya.

Sejumlah pengendara menilai bahwa pengelolaan parkir yang amburadul disengaja oleh sejumlah oknum petugas. Tujuannya, di saat aktivitas perparkiran meningkat tajam pada hari libur atau week end, maka pelayanan secara manual bisa dimainkan. Pelayanan manual artinya petugas membuka pintu keluar ekstra non-komputer sehingga pemasukan tarif parkir tidak tercatat komputer akibatnya rawan manipulasi.

“Padahal di lahan seluas ini sangat memungkinkan pintu gerbang dibikin sebanyak mungkin,” tambahnya.

(joko/sir)