Saturday, 17 November 2018

Libur Natal, Monas Dikunjungi 300 Ribu Orang

Senin, 26 Desember 2016 — 23:18 WIB
monas

JAKARTA (Pos Kota) – Memasuki libur Natal jumlah pengunjung Monas di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, membludak. Dalam tiga hari libur dari Sabtu sampai Senin saja, jumlah wisatawan lokal diperkirakan mencapai 300 ribu orang.

Monumen Nasional atau Monas berupa tugu setinggi 132 meter dilengkapi berbagai fasilitas seperti taman, hutan kota, jogging track, pedestrian dan lainnya, menjadi ajang rekreasi murah-meriah. Pengunjungnya bukan hanya dari Jabodetabek saja melainkan juga dari berbagai daerah di Indonesia.

“Banyak kelompok pelajar atau komunitas masyarakat dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua,dan lainnya berkunjung ke Monas. Mereka ingin naik Tugu Monas,” ujar Marhasan, petugas Tugu Monas, Senin (26/12). Di atas puncak Tugu Monas, pengunjung bisa melihat keindahan kota Jakarta yang dikelilingi gedung-gedung pencakar langit.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monas, Sabdo Krisdiyanto membenarkan tingkat kunjungan masyarakat selama tiga hari ini ramai sekali. “Dari sejak Sabtu lalu sampai Senin, pengunjungnya membludak. Puncaknya pada hari Minggu kemarin yang diperkirakan mencapai 135 ribu pengunjung,” ujar Sabdo yang membawahi pengelolaan Monas dan kawasannya meliputi tugu, taman, hutan kota, fasilitas olahraga maupun pusat PKL Pasar Lenggang Jakarta.

Menurutnya selama tiga hari ini jumlah pengunjung diperkirakan 300 ribu orang. Namun tidak semuanya menaiki puncak Tugu Monas “Yang naik Tugu Monas, hanya sekitar 40 ribu orang. Selebihnya hanya menikmati fasilitas non-tiket,” paparnya.

Adapun harga tiket masuk museum dan cawan Monas sebesar Rp 5 ribu/orang. Sedangkan untuk naik ke puncak tugu setinggi 115 meter menggunakan lift, tiap pengunjung harus bayar tiket lagi sebesar Rp 10 ribu.

Sejumlah pengunjung mengatakan sebenarnya taman dan hutan kota di Monas sangat indah. “Sayangnya minim pohon produktif yang bisa menarik perhatian burung-burung di alam bebas. Misalnya pohon ceri, jamblang, serut, aren, dan aneka pohon berbuah kecil-kecil sangat digemari burung untuk makanan sehingga mereka akan boyongan tinggal di sini,” kata Hasan, anggota komunitas Pelestari Burung Kicau Jakarta (PBKJ). “Sayang sekali hutan kota seluas ini hanya terdapat pohon besar non-produktif, sehingga komunitas burung sangat minim,” kritiknya.(Joko)