Saturday, 17 November 2018

Pengamat: Tahun 2017, Jokowi Tetap Jaga Koalisi Pendukung

Senin, 26 Desember 2016 — 13:56 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

JAKARTA (Pos Kota) – Di tahun depan, Presiden Jokowi agar tetap menjaga koalisinya partai politik (Parpol) pendukungnya, kalau ingin menjaga stabilitas politik untuk pemerintahannya.

“Sebab syarat mutlak pembangunan adalah terjaganya stabilitas politik,” papar Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Prof Dr Yusron Razak, di Jakarta, Senin (26/12/2016).

Yusron menilai Tahun 2017 merupakan tahun yang strategis bagi Jokowi untuk membuat pondasi kalau memang Jokowi akan memenangkan pertarungan di Pemilu Presiden (Pilpresi 2019).

“Sebab itu, pembangunan ekonomi harus lebih baik di tahun depan, termasuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur di tahun depan untuk mendorong perekonomian,” terang Yusron.

Menurutnya, program tersebut bisa dilaksanakan jika Jokowi mampu menjaga stabilitas politik. “Tahun 2016, stabilitas politik relatif bisa terjaga setelah Jokowi bisa menarik tiga partai politik lainnya, Partai Golkar, PAN dan PPP masuk dalam koalisi pemerintahnya,” papar Yusron.

Sebab itu, menurut Yusron wakil rektor UIN ini, Jokowi tetap harus membuka komunikasi politik dengan mereka, sehingga kebuntuan komunikasi politik dapat dihindari.

“Koalisi partai politik pendukung pemerintah itu representasi dukungan politik di DPR. Ini penting dijaga agar program kementerian bisa berjalan lancar saat membutuhkan persetujuan DPR,” terang Yusron.

Sekarang ini, kata Yusron, Jokowi sudah mendapatkan modal politik untuk maju lagi sebagai calon presiden di Pilpres 2019, setelah Golkar dan Partai Hanura mengumumkan dukungan kembali untuk pencalonan Jokowi sebagai Capres. Namun, Jokowi tetap harus menunjukkan kinerja, khususnya di bidang ekonomi sehingga bisa mendapatkan dukungan kembali dari partai lain.

(johara/sir)