Monday, 19 August 2019

Rp2,9 Triliun

Wakil Walikota: Penyerapan APBD Tangsel Capai 90 Persen

Kamis, 29 Desember 2016 — 13:13 WIB
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat santai berdialog. (anton)

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat santai berdialog. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 Kota Tangerang Selatan (Tansgel) hingga tanggal 28 Desember 2016 mencapai 90 persen atau sebesar Rp 2,9 triliun dari jumlah pagu APBD tahun 2016 sekitar Rp 3,3 triliun.

“Kalau tak salah sudah mencapai 90 persen bahkan hingga batas akhir tahun 2016 ini diperkirakan akan mencapai target yang ditentukan karena masih ada sejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang melakukan pencairan dana hingga akhir tahun ini,” kata Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie kepada wartawan, Kamis (29/12/2016).
Sejumlah SKPD yang akan mencairkan dana dalam dua hari belakangan ini di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) antara lain Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Dinas Tata Kota, Dinas Kesehatan dan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman.

Menurut dia, walaupun ada peningkatan persentase dalam dua hari belakangan ini dari 90 persen tersebut tentunya masih ada saja SKPD yang tak menyelesaikan pekerjaan tersebut terutama pekerjaan fisik akibat terlalu sempitnya waktu pekerjaan.
“Yang jelas kebanyakan kegiatan yang tak tuntas atau menimbulkan Silpa karena waktu pekerjaan yang terlalu sempit sehingga tak mungkin dikejar waktu pekerjaannya,” tuturnya tapi pihaknya memberikan dua opsi yaitu waktu diperpanjang pekerjaannya dan bayar sesuai progres pengerjaannya.

“Namun kemungkinan untuk opsi diperpanjang pekerjaan tak dapat dilakukan sehingga kita hanya akan membayar sesuai progres akhir pengerjaan setelah dilakukan rviem oleh konsultan pengawas,” ujarnya
yang menambahkan untuk penyumbang Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (Silpa) kemungkinan besar SKPD di Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman serta Dinas Pendidikan maupun dinas lainnya.

Untuk Silpa di Dinas Pendidikan karena ada pekerjaan pencetakan buku yang tak dapat dilaksanakan karena petunjuk pelaksana (Juklak) dari Kemendikbud tidak turun. Sedangka jumlah total Silpa tahun 2016 belum dapat dihitung dan baru diketahui per Januari 2017 mendatang, katanya.

(anton/sir)